Warga KBB yang Menjadi Korban Gempa Cianjur Kini Sudah Mulai Pulih

SUASANA: Plt Camat Cipeundeuy, KBB, Agus Ganjar menjenguk korban gempa Cianjur. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

SUASANA: Plt Camat Cipeundeuy, KBB, Agus Ganjar menjenguk korban gempa Cianjur. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Seorang warga asal Kampung Cisalak RT 04/ RW 09, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dikabarkan menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur diktehui sudah mulai pulih.


Plt. Camat Cipeundeuy, KBB, Agus Ganjar Hidayat mengatakan, pasca kejadian hingga saat ini korban atas nama Tiyah (77) belum sadarkan diri hingga terpaksa dirawat ke RSHS Kota Bandung untuk mendapat penanganan medis lebih intensif.

Sebelumnya, sambung dia, korban sempat dibawa ke RSUD Cianjur, namun karena sudah penuh akhirnya dibawa ke RSHS.

“Ada laporan informasi dari Kepala Desa Nanggeleng, bahwa salah satu warga mereka jadi korban gempa Cianjur dan sampai sekarang belum sadarkan diri di RSHS Bandung,” katanya saat dihubungi, Rabu (23/11).

Ia menuturkan, kronologis warga Kampung Cisalak RT 04/09, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, KBB itu bisa jadi salah seorang korban lantaran pada saat kejadian dia sedang berada di Cianjur.

“Kebetulan sejak Rabu 16 November 2022 korban sedang berada di Cianjur untuk menengok salah seorang anaknya,” tuturnya.

BACA JUGA: Disdik Jabar Berikan Trauma Healing untuk Siswa Terdampak Gempa Cianjur

“Hingga Senin 21 November 2022, Tiyah masih berada di rumah anaknya di wilayah Kecamatan Cugenang yang menjadi salah satu kecamatan dengan kerusakan paling parah.

Ia mengaku, berdasarkan foto yang diterimanya, diduga korban tertimpa reruntuhan material karena mengalami luka di kepalanya.

“Sekarang korban masih di RSHS dan sempat tak sadarkan diri. Saat kejadian dia memang berada di rumah anaknya di Cugenang, Cianjur, yang merupakan wilayah dengan dampak gempa paling parah,” bebernya.

Saat ini, lanjut dia, kepala desa beserta keluarga sudah berada di RSHS untuk mendampingi korban dan kondisi korban sudah sadar.

Meski begitu, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Puskesmas dan kepala desa, korban Tiyah diketahui tidak memiliki BPJS dan hal ini sudah dikoordinasikan dengan pihak Dinas Kesehatan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ke pihak Dinkes KBB dan laporan juga disampaikan ke BPBD,” ujarnya.

“Semoga saja korban bisa segera pulih, dan kembali berkumpul dengan keluarganya,” pungkasnya. (kus/b)

Loading...

loading...

Feeds