Masih Sengketa, Rusak Bangunan dan Hilangkan Barang

POJOKBANDUNG.com – Permasalahan mafia tanah di negeri ini tidak ada habisnya. Seperti yang terjadi di Kota Bandung. Permasalahan sengketa tanah yang berada di Jalan Dr Djundjunan (Pasteur) nomor 132, Kota Bandung, diduga melibatkan banyak pihak.


Permasalahan tanah yang melibatkan Wiryadi Koswara (pelapor) dan Kiky Gunawan (terlapor) ini bermula adanya penyerobotan lahan yang dilakukan oleh pihak Kiky Gunawan dengan mengklaim mempunyai Sertifikat Hak Milik (SHM).

Terkait dengan hal itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), serta pihak pelapor dan terlapor melakukan pengukuran ulang di lahan yang kini menjadi sengketa antara Wiryadi Koswara sebagai pelapor dan Kiky Gunawan sebagai pihak terlapor.

Kuasa Hukum dari pihak pelapor, Freddy B Sirait SH MH menuturkan, pihaknya telah membuat laporan terkait penyerobotan tanah tersebut ke Polda Jabar. Pasalnya, pihak pelapor meragukan keabsahan SHM 337 yang dimiliki oleh pihak terlapor (Kiky Gunawan, red).

Tak hanya itu, pihak Kiky Gunawan (terlapor) dituding melakukan penghancuran bangunan, mengusir penjaga dan menghilangkan barang-barang milik Wiryadi Koswara secara sepihak tanpa surat dari pihak yang berwenang. Dan bahkan melakukan kegiatan pembangunan, sementara kasus masih dalam proses di Polda Jabar.

“Tapi kenapa pihak Kiky Gunawan melakukan penghancuran bangunan milik Wiryadi Koswara. Bahkan barang milik klien kami banyak yang hilang dan hingga saat ini mereka (terlapor, red) masih melakukan kegiatan dan bahkan mendirikan bangunan di lokasi,” tgeas Freddy disela pengukuran ulang lahan kepada wartawan, Selasa (22/11).

Freddy menegaskan, pihaknya akan terus mengawal permasalahan tanah tersebut hingga tuntas.

Sejarah tanah tersebut menurut Freddy, pada 1937 tanah yang luasnya 2.754 meter persegi tersebut terdaftar atas nama R H Sarip dan tercatat dalam kikitir Padjed Boemi. Kemudian pada 15 Mei 1941 dilakukan jual beli dengan Rd Aging yang dicap dan disaksikan oleh Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) yang ketika itu lurah dan camat setempat.

Sejak saat itu, kepemilikan tanah beralih kepada Rd Aging dan dilanjutkan secara turun-temurun kepada ahli waris. Dan tercatat sebagai tanah persil D.I 211 Kohir 259 berdasarkan surat pengoperan dan pemasrahan hak Nomor 14.159/W.XI/2013 yang dibuat dihadapan notaris Nurahayati Samperura.

“Jadi tanah tersebut tidak pernah dipindah tangankan kepada orang lain selain ahli warisnya, yaitu pak Wiryadi Koswara,” tegas Freddy.

Di tempat yang sama menurut pihak Kecamatan Sukajadi, Yayat mengatakan kalau Kohir 2459 terlapor dan 296 pelapor tersebut tak ada persil 211.

“Jadi kohir kedua-duanya tak tercatat dalam persil yang berada di kami dan hal tersebut tidak dapat dipastikan juga dikarenakan data-data lama sudah tidak ada (hilang),” ucapnya.

Sementara kuasa hukum pihak terlapor Kiky Gunawan), Dr Roberto Hutagalung SH MH yang juga hadir menyaksikan pengukuran ulang lahan tersebut masih enggan memberikan keterangan. Dia beralasan kliennya masih dalam kondisi sakit. Pihaknya berjanji baru akan menjelaskan masalah ini beberapa hari ke depan.

“Maaf saya belum bisa memberi jawaban, karena harus dengan Pak Kiky langsung dan sementara ini beliau masih sakit dan tidak bisa ditemui,” ujar Roberto singkat. (**)

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …