BMKG Lakukan Kajian Kelayakan Tanah di Lokasi Longsor Bekas Hunian



Sejumlah petugas SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor akibat gempa di Jalan Puncak Cipanas, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11).  TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

Sejumlah petugas SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor akibat gempa di Jalan Puncak Cipanas, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Badan Mateorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai melakukan kajian pada kondisi tanah yang layak dan tidak layak sebagai lokasi hunian.


Hal itu disampaikan oleh Deputi Geofisika BMG, Suko Prayitno pada Rabu, (23/11). Ia menyebut survey itu masih akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

“Kami tadi mulai melakukan pengukuran mikro zonasi gunanya untuk melihat kondisi tanah yang layak dan tidak layak,” katanya. “Beberapa titik yang tengah disurvey antara lain, daerah Cugenang, Panembong, dan Cilaku.”

Hal serupa juga dilaksanakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di lokasi Kecamatan Cugenang.

“Kami melakukan penelitian dengan drone di dua lokasi longsoran di Cugenang. Yang pertama panjangnya 44 meter pada lereng setinggi 16 meter.Kemudian longsoran kedua panjangnya 162 meter pada lereng setinggi 45 meter,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi Kmeneterian ESDM, Hendra Gunawan.

BACA JUGA: Kepala Bapenda Jabar Serahkan Donasi Hasil Urunan, Siapkan Rumah dan Masjid untuk Korban Gempa Cianjur

Namun, hujan yang terus mengguyur menjadi kendala penelitian tersebut, sebab penelitian menggunakan drone. “Karena tadi ada gangguan di udara, maka kajian ini akan kami lanjutkan esok hari,” imbuhnya.

Kendati demikian, Hendra mengingatkan agar tetap waspada pada potensi longsor susulan di kawasan Cugenang. Kondisi cuaca dan gempa susulan dinilai masih dapat memicu hal tersebut.

“Berdasarkan pengamatan lapanganoleh tim BMKG, ada hal yang perlu kami sampaikan. Pembersihan material longsoran sudah bisa dilakukan tapi harus tetap waspada dan memperhatikan kondisi cuaca,” ucapnya.

“Hujan serta getaran dari gempa susulan bisa memicu lagi ketidak stabilan di titik longsoran. Karena ada beberaoa gundukan sisa longsoran yang berpotensi longsor,” jelasnya.

(sir)

Loading...

loading...

Feeds