Warga Pertanyakan Pembelian Lahan Makam Baru, Kades Sebut Sudah Selesai

POJOKBANDUNG.com, SUKASARI – Meski lahan makam yang telintasi Tol Cisumdawu di Dusun Nyalindung, Citeureup sudah dialihkan ke Dusun Nyalindung, Blok Bebedahan, Kecamatan Sukasari. Namun, nyatanya, pembayaran lahan belum dilakukan.


Alhasil, pemilik lahan memertanyakan kejelasan pembayaran lahan pengganti lahan makan, yang sebelumnya di Dusun Nyalindung, Citeureup seluas 5.082 meter persegi, sementara lahan yang baru kurang lebih 6.944 meter persegi dari kepemilikan 12 orang.

“Sampai saat ini kami masih menunggu pembayaran, padahal tanah sudah digunakan untuk makam, Tadinya pihak tol mengunginkan lahan pengganti makam dilahan sawah, namun karena permintaan pemerintah desa mekarsari sehingga dialihkan,” ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Selasa (22/11).

Ia mengaku, dalam proses pembebasan lahan, warga tidak dilibatkan sama sekali, baik negosiasi masalah harga, maupun kejelasan pembayaran, seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah Desa Mekarsari Kecamatan Sukasari.

“Tidak tahu dibelinya berapa, namun sesuai harga ganti rugi ke warga sekitar 9 juta perbata, namun menurut informasi yang saya terima, bahwa harganya lebih tinggi dari pada ganti rugi ke warga, sekitar RPp9.250 juta perbata,” tambahnya.

BACA JUGA: XL Axiata Percepat Pemulihan Jaringan dan Sediakan Akses Telepon Gratis Pasca Gempa Cianjur

Ia mengaku, sudah hampir 2 tahun pemilik lahan menunggu kejelasan dari pihak terkait, dan mengharapkan secepatnya ada pembayaran

“Kami menjual lahan untuk pengganti makan, dari tahun 2020 belum ada pembayaran, sementara tol sudah digunakan termasuk tanah pengganti makan juga sudah digunakan,” katanya.

Ketika dikonfirmasi, Kades Mekarsari Dudung mengaku, bahwa permasalahan pemilik lahan makam yang ada di Desa Mekarsari sebetulnya sudah beres, tinggal menunggu pembayaran.

“Mencari lahan pengganti makam cukup rumit, sebab banyak warga atau pemilik lahan yang tidak mau menjual lahannya karena harganya ingin tinggi, sehingga tidak ada lahan warga sini (warga mekarsari) kebanyakan lahan warga Desa Margaluyu,” ucap Dudung.

Menurutnya, dipilihnya lahan makam di blok Bebedahan karena kebetulan, Kades Dudung memiliki tanah disana, ditambah lagi pemilik lahan disana tidak neko-neko dan mau menjual lahannya dengan harga sesuai.

“Lahan dari 12 pemilik itu sudah atas nama Saya dan Kadus Abidin. Seharusnya yang menanyakan terkait pembayaran kepada pihak Satker Tol Cisumdawu adalah saya, karena kaitan pembayaran dengan pemilik lahan sudah beres,” tegasnya.

Menurutnya, keseluruhan pembayaran lahan, ditaksir mencapai kurang lebih 3 milyar, termasuk uang kerohiman yang baru dibayar sebagian, bagi makan dewasa sekitar Rp1,8 juta dan makan anak-anak Rp1,5 juta.

(tha)

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …