Kepala Bapenda Jabar Serahkan Donasi Hasil Urunan, Siapkan Rumah dan Masjid untuk Korban Gempa Cianjur

Kepala Bapenda Jawa Barat, Dedi Taufik saat di lokasi gempa Cianjur. Tampak salah satu rumah yang mengalami kerusakan pascagempa yang melanda Cianjur

Kepala Bapenda Jawa Barat, Dedi Taufik saat di lokasi gempa Cianjur. Tampak salah satu rumah yang mengalami kerusakan pascagempa yang melanda Cianjur

POJOKBANDUNG.com- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat (Jabar), Dedi Taufik menyerahkan bantuan untuk korban gempa Kabupaten Cianjur melalui Posko Tanggap Darurat. Bantuan didapatkan dari hasil urunan pegawai Bapenda Jabar dan Samsat.


Bantuan berupa uang Rp 100 juta diterima langsung secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah di Pendopo Cianjur, Selasa (22/11).

Dedi menjelaskan donasi itu merupakan langkah inisiatif setelah gempa terjadi pada Senin (21/11). Ditambah, saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau lokasi bencana dan rumah sakit tempat para korban mendapat perawatan medis.

Gerakan ini juga merupakan tindaklanjut instruksi gubernur bahwa ASN harus peduli dan turut membantu penanganan bencana. “Dampak gempa sangat luar biasa. Bangunan banyak yang roboh. Lalu, kondisinya memprihatinkan saat melihat Pak Ridwan Kamil menyiarkan langsung kondisi melalui media sosialnya,” kata Dedi.

“Instruksi pak Gubernur juga menekankan ASN harus turut serta membantu dan peduli. Dari situ kami di Bapenda berinisiatif untuk urunan, menyisihkan rezeki. Alhamdulillah tidak sampai satu hari sudah terkumpul Rp 100 juta. Secara simbolis sudah diserahkan. Mudah-mudahan angkanya bisa bertambah karena urunan masih terus berlangsung,” jelasnya.

Bantuan yang digalang memang dikhususkan dalam bentuk uang, sehingga tim di Posko Komando Pengamanan Darurat bisa membelikan keperluan paling mendesak untuk korban atau keperluan penanganan bencana.

Dedi berharap bantuan bisa membantu kebutuhan logistik para pengungsi, termasuk kebutuhan tim dalam proses penanganan maupun pencarian korban. Selain itu, Dedi sudah menyiapkan satu rumah di Kecamatan Cugenang sebagai tempat untuk relawan.

“Ada satu rumah dan masjid di Kecamatan Cugenang yang saya siapkan untuk korban maupun relawan, mudah-mudahan bisa membantu. Sekali lagi, kami prihatin dan turut berduka cita bagi semua korban, semoga semuanya diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” imbuhnya.

Usai penyerahan donasi, ia menyempatkan diri meninjau ke kantor P3DW Kabupaten Cianjur yang terdampak gempa. Di sana, Dedi berkomunikasi dengan sejumlah pegawai. “Ada pegawai Samsat Cianjur juga yang menjadi korban, tentu ini menjadi perhatian kami juga. Tadi juga sudah berkomunikasi dengan pegawai lain, dan pelayanan di Samsat tetap berjalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyatakan bahwa update terakhir, Selasa (22/11) per pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, sebanyak 268 jiwa.

“Dari 268 yang susah terindentifikasi siapa-siapanya ini baru 122 jenazah,” ujar Letjen Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Bupati Cianjur yang menjadi pusat posko bencana, Selasa (22/11).

Selain itu, Suharyanto juga menyatakan masih ada sejumlah 151 orang yang belum ditemukan dalam tragedi tersebut. “Nah, apakah 151 orang ini masih bagian dari yang belum teridentifikasi, nanti kami akan dalami lebih lanjut,” kata Suharyanto.

“Bisa saja yang masih hilang dalam pencarian itu sebagian ada dalam data 268 yang belum teridentifikasi. Karena yang baru teridentifikasi tadi itu baru 122 jenazah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan warga yang luka-luka sudah terdata sebanyak 1.803 orang, mengungsi sebanyak 58.326 orang.

Dari sisi kerugian materiil, ada sebanyak 22.198 rumah yang rusak dengan rincian 6.570 rusak ringan, 2.071 rusak sedang, dan 12.641 rusak berat. (dbs)

Loading...

loading...

Feeds