Sumber Energi Listrik Masih Bergantung pada Batubara

ILUSTRASI: Para pengunjung melihat-lihat mobil listrik pertama Wuling di Indonesia.

ILUSTRASI: Para pengunjung melihat-lihat mobil listrik pertama Wuling di Indonesia.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah dinilai masih salah kaprah soal pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan transisi penggunaan kendaraan listrik. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat menyebut hal itu disebabkan oleh sumber energi listrik masih bergantung pada batubara.


Ketua Walhi Jabar Meiki W Paendong mengatakan kampanye penggunaan mobil listrik sejatinya bertujuan menekan emisi karbon. Tapi, dibalik kampanye itu terdapat sebuah kegagalan penerjemahan, sebab kebutuhan energi listrik di Indonesia masih bersumber dari batu bara.

“Sumber energi listrik kita masih dari batu bara. Jadi, jejak ekologisnya juga harus dilihat. Tidak serta merta mobil listrik ini diberi label hijau atau dianggap sudah melakukan transisi energi atau implementasi pengurangan emisi,” kata Meiki.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7/2022 tentang penggunaan kendaraan listrik untuk kedinasan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Kemudian beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempromosikan penggunaan EBT sebagai respon persoalan iklim yang menghantui dunia, yang juga menjadi salah satu fokus pembahasan KTT G20 bali 2022. Salah satu upaya yang ia sebut adalah penggunaan kendaraan listrik.

BACA JUGA: Jabar Percepat Vaksinasi Covid-19, Emil: Jadi Tertinggi Dibandingkan Provinsi Lain

Pemerintah menilai transisi energi tersebut hanya bisa dilakukan oleh masyarakat dengan cara mengikuti kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah, sekaligus mensosialisasikan hal-hal baik menggunakan EBT di masa depan.

Sementara Meiki berpendapat bahwa sebelum promosi, seharusnya pemerintah terlebih dahulu mengkaji secara keseluruhan terkait kebijakan transisi energi tersebut. “Jadi kami tidak mengapresiasi itu,” ujarnya.

Alih-alih meninggalkan batubara, sambung Meiki, pemerintah justru mendorong untuk tetap mengkonsumsinya dengan mekanisme yang berbeda.

“Kami melihat ada mekanisme yang salah dalam upaya mendorong aplikasi dan implementasi energi baru terbarukan itu,” ucapnya. “Contohnya proyek PLTGU Jawa I di Karawang yang menggunakan liquefied natural gas atau LNG. Ini kan berbahan bakar dari fosil, jadi ini terkesan solutif tapi palsu,” jelas Meiki.

Atas Inpres Nomor 7/2022 tersebut kini sejumlah daerah termasuk Pemkot Bandung turut mengimplementasikan rencana penggunaan kendaraan listrik. Pemkot Bandung telah menganggarkan pengadaan mobil listrik untuk 2023.

“Inpres itu menyatakan agar semua kepala daerah menggunakan mobil listrik. Karena kemarin itu kan lagi ada penganggaran, jadi kita sampaikan saja (dianggarkan di APBD 2023),” kata Yana, Sabtu (12/11) lalu.

Yana mengatakan adanya Inpres tersebut menjadi acuan agar pengadaan mobil listrik dianggarkan. Ia mengatakan anggaran mobil listrik itu hanya diperuntukkan bagi kepala daerah. Menurutnya, salah satu keunggulan mobil listrik adalah pengurangan emisi karbon.

(sir)

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …