Walikota Bandung Diminta Aktif Jalin Komunikasi dengan Legislatif

Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya. (ist)

Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya ingatkan Walikota Bandung Yana mulyana untuk bisa menjalin komunikasi dengan anggota dan Piminan DPRD Kota Bandung.


“Jika bisa menjalin komunikasi dengan baik, maka tidak akan ada voting di sidang paripurna untuk menentukan langkah apa yang dilakukan terhadap penambahan jumlah guru agama swasta yang akan mendapatkan bantuan,” ujar Ediwn kepada wartwan Selasa (15/11/2022).

Edwin menilai akan lebih baik, jika sebelum melakukan pembahasan anggaran dalam rapat Banggar ada pembahasan internal terlebihi dahulu antara Walikota dan pimpinan DPRD.

“Di sana bisa disampaikan apa saja program yang akan dilakukan oleh wali kota beserta anggarannya, kami juga bisa memberikan masukan mana yang sebaiknya menjadi prioritas utama,” jelas Edwin.

Karenanya, lanjut Edwin, jika pembahasn suddah masuk ke rapat Badan anggar, maka yang terjadi di sana kesannya adalah ‘pembantaian’.

Terlebih jika eksekutif tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal dan memuaskan kepada para legislatif.

Edwin menyangkan buruknya komunikasi ini mengingat hal ini tidak pernah terjadi di kepemimpinan wali kota sebelumnya.

“Saya sudah menngalami empat kali masa kepemimpinan Wali Kota Bandung, dan biasanya walikota selalu melakukan komunikasi dengan pimpinan dewan khusunya sebelum pembahasan anggaran,” sesalnya.

Buruknya komunikasi ini, diakui Edwin juga menyulitkan dalam memberikan masukan kepada walikota terkait kinerjanya dan bawahannya.

Edwin mencontohkan kinerja direksi BUMD di Kota Bandung yang relatif tidak kemuaskan.

“Dari empat BUMD di Kota Bandung, hanya satu yang bisa memberikan deviden,” tegasnya.

Padahal selama ini, BUMD di Kota Bandung selalu mendapatkan penyertaan modal yang tidak sedikit. Namun kinerjanya tidak ada yang memuaskan bahkan cenderungn mengecewakan.

“Semestinya, walikota sebagai owner dari BUMD bisa melakukan evaluasi, jika memang kinerja para direksi tidak memuaskan, maka bisa dianti saja,” tambahnya.

Ketika ditanya apa penyebab BUMD tersebut mengalami kerugian, Edwin mengatakan alasan dari direksi karena adanya pandemi Covid-19. Namun menurut Edwin hal ini tidak masuk akal, karena kerugian terjadi dari sebelum pandemi melanda.

“Jadi menurut saya pandemi itu hanya alasan saja,” singkatnya.

Edwin memaparkan, jika tahun 2020 mengalami kerugian, itu mungkin karena pandemi. Namun target nereka direvisi sesuai dengan keadaan, sehingga mestinya tahun-tahun berikutnya tidak mengalami kerugian.

“Namun, pada kenyataannya, kerugian tetap terjadi,” sesalnya,

Seperti diketahui, Kota Bandung memiliki empat BUMD yaitu, Perumda Tirtawening, PD Psar Bermartabat, Perum Bank Bandung, PD Bandung Infra Investama (BII).

“Dari ke empat BUMD tersebut, hanya Perumda Tirtawening yang bisa memberikan deviden,” tandasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …