Pemkot Bandung Ajak Masyarakat Mengenal dan Mengolah Masakan Bergizi untuk Atasi Tengkes

Foto: Humas Kota Bandung
Kader TP PKK mengikuti pelatihan mengolah makanan bergizi dalam program bertajuk Dashat (Dapur Sehat) di Hotel Four Points, Kota Bandung, Senin (14/11).

Foto: Humas Kota Bandung Kader TP PKK mengikuti pelatihan mengolah makanan bergizi dalam program bertajuk Dashat (Dapur Sehat) di Hotel Four Points, Kota Bandung, Senin (14/11).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Program Dapur Sehat (Dashat) dihadirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sebagai upaya percepatan penurunan prevalensi stunting atau tengkes di ibu kota Jawa barat tersebut.


Dalam program Dashat yang diinisiasi oleh TP PKK Kota Bandung itu, peserta yang terlibat merupakan para kader Posyandu serta TP PKK Kecamatan. Mereka dilatih mengenal jenis hingga menyajikan makanan bergizi.

Ketua TP PKK Yunimar Yana Mulyana, mengatakan PKK menghadirkan kolaborasi-kolaborasi dengan berbagai sektor sebagai solusi persoalan tengkes. Salah satunya program Dashat yang berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para kader mendapat pencerahan akan pentingnya makanan sehat dan bergizi,” kata Yunimar.

BACA JUGA: Hadirkan Beragam Kuliner Khas Daerah, Festival Legendaris GrabFood Digelar di Kota Bandung

Selain Dashat, ia juga mengungkapkan PKK bersama Pemkot Bandung telah meakukan program serupa untuk percepatan penurunan kasus tengkes yaitu Bandung Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat).

Berdasarkan data Study Status Gizi Indonesia (SSGI) kementerian Kesehatan pada tahun 2021, prevalensi tengkes di Jawa barat sebesar 24,5 persen. Terdapat sembilan kabupaten/kota dengan prevalensi tengkes di atas rata-rata angka tersebut.

Salah satunya, Kota Bandung yang bertengger di posisi ke sembilan, dengan angka prevalensi sebesar 26,4 persen. Sebab itu, Pemkot Bandung menargetkan, prevalensi itu turn jdai 23,12 persen pada tahun 2022. Dan terus ditekan hingga mencapai target nasional yaitu 14 persen pada 2024.

Kepala DPPKB Kenny Kaniasari menuturkan, program Dashat hadir sebagai pengembangan dari kampung keluarga berkualitas (Kampung KB). Menurutnya, program itu merupakan salah satu senjata pamungkas dalam mengatasi masalah kependudukan.

Melalui Dashat, ia berharap masyarat dapat lebih memupuk kesadaran pentingnya gizi untuk anak dan bersama-sama memerangi kasus tengkes. “Pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi masyarakat keluarga berisiko stunting,” katanya.

(sir)

 

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …