DKPP Bandung Lakukan Kampanye Don’t Panic Buying dengan Kostum Halloween

SOIALISASI: Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung melakukan aksi kampanye

SOIALISASI: Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung melakukan aksi kampanye "Don't Panic Buying" di Simpang Binong, Kota Bandung, Kamis (3/11). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kampanye Don’t Panic Buying atau beli panik digalakkan oleh Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung di persimpangan Jalan Ibrahim Adjie – Soekarno Hatta, Kamis (3/11).


Kampanye ini merupakan rangkaian kegiatan bulan pangan nasional. Selain itu, kampanye ini juga disebut sebagai salah satu upaya menekan laju inflasi.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gingin Ginanjar mengatakan, kegiatan kampanye don’t panic buying penting untuk dilakukan, sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Kota Bandung agar tidak cemas dan panik akan stok kebutuhan pangan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Bulan Pangan Nasional yang diperingati setiap November. Kita edukasi dan sosialisasikan ke masyarakat agar menghindari panic buying,” kata Gingin. Menurutnya, beli panik kerap kali terjadi di masyarakat sejak pamdemi Covid-19 melanda.

BACA JUGA: Pentingnya Peran Guru dalam Pengembangan SDM Cimahi

Oleh karena itu, dengan kampanye dont punic buying Gingin berharap agar masyarakat bisa lebih mendapat edukasi agar tidak melakukan beli panik. Sebab menurutnya hal itu bisa mempengaruhi stabilisasi harga pangan di pasaran.

“Menimbun atau belanja berlebihan produk pangan dapat mempengaruhi stabilitas harga di pasaran,kebiasaan menimbun dapat mengakibatkan inflasi,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut muncul dengan damai berita ihwal resesi ekonomi dan laju inflasi yang terus. Sehingga masyarakat resah dengan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung pada Januari 2022 Kota Bandung mengalami inflasi sebesar 0,46 persen. Inflasi tertinggi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,98 persen.

BACA JUGA: Serikat Buruh Cimahi dan KBB Sepakat Demo Kenaikan Upah 13 Persen

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bandung Yunimar Yana Mulyana mengimbau masyarakat untuk tidak perlu cemas akan hal itu. Sebab, menurutnya pemerintah kota Bandung telah melakukan upaya untuk memenuhi persedian bahan pangan.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menanam sejumlah bahan pangan di pekarangan rumah sendiri. Terutama komoditas dengan harga yang fluktuatif seperti cabai dan bawang.

“Buruan Sae jadi solusi. Kita tanam cabai, bawang di halaman rumah. Kita juga menghentikan kebiasaan belanja secara impulsif dan mempersiapkan dengan sesuai kebutuhan,” ujar Yuni.

Kampanye ini melibatkan kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Disdagin Kota Bandung, Aparatur Kewilayahan, Perwakilan Mahasiswa dan pelaku usaha pangan yang ada di Kota Bandung.

(sir)

 

Loading...

loading...

Feeds