Diduga Gelapkan Mobil, Bos Beras Laporkan Seorang Pengacara ke Polisi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Seorang pria yang mengaku sebagai pengacara dilaporkan ke polisi terkait dugaan penggelapan mobil dengan nilai ratusan juta. Bahkan, diduga terlapor diduga telah melakukan penipuan mengenai profesinya sebagai pengacara.


Kuasa hukum korban, Nurokhim mengatakan, pihaknya telah melakukan pelaporan ke Satuan Reskrim Polrestabes Bandung. Laporan tersebut bernomor LP/1278/VIII/2022/JBR/POLRESTABES.

Nurokhim mengatakan, penggelapan dilakukan oleh terlapor bernama Erick Farrell Hakim, lada bulan Agustus 2022 lalu. Korban selaku pemilik sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan beras, menjalin kerja sama dengan perusahaan tempat pelaku bernaung berinisial BAD. Terlapor lalu dimandatkan tugas selaku legal corporate perusahaan milik korban.

Korban kemudian menyerahkan satu unit mobil kepada pelaku di bulan April 2022 untuk operasional penugasan penagihan invoice. Lalu, pada bulan Juni 2022, pelaku memutuskan memutus kerja sama dan mengundurkan diri selaku legal corporate di perusahaan BAD.

“Kendaraan tersebut diterima oleh saudara Erick Farrel secara langsung di kantor. Itu untuk menunjang kinerja,” ucap dia, Jumat 7 Oktober 2022.

Setelah menyatakan pengunduran diri, mobil yang sempat diberikan ternyata tak kunjung dikembalikan oleh pelaku. Pelaku berdalih mobil tersebut diberikan sebagai hadiah dari perusahaan BAD.

“Namun, tidak pernah ada pemberian hadiah itu seperti yang dikatakan oleh Saudara Erick,” ucap dia.

Selain diduga melakukan penggelapan, kata Nurokhim, Erick juga diduga melakukan penipuan terkait profesinya selaku pengacara. Sebab, ketika dicek di data Pendidikan Tinggi, tak ada nama Erick Farrell Hakim tercantum di sana.

“Nama Erick Farrel tidak terdaftar di Dikti (Pendidikan Tinggi) untuk gelar sarjana hukum dan magister hukumnya,” kata dia.

Nurokhim berharap kasus itu dapat segera naik ke tahap gelar perkara guna menentukan ada atau tidaknya tindak pidana dalam kasus itu. Bahkan, diharapkan kasus itu dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena bukti tindak pidananya sudah jelas.

“Semestinya, karena pihak terlapor, pelapor dan saksi sudah diperiksa, harusnya pihak penyidik segera untuk mempercepat diadakannya gelar perkara,” kata dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudi Trihandoyo belum merespons ketika hendak diminta keterangan oleh wartawan terkait kasus tersebut.

Loading...

loading...

Feeds