Polresta Bandung Gagalkan Peredaran Ganja dengan Modus Manin Merpati

GELAR PERKARA : Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo
didampingi Kasatnarkotika Polresta Bandung, Kompol Andri Alam
Wijaya dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa
(4/10). NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

GELAR PERKARA : Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo didampingi Kasatnarkotika Polresta Bandung, Kompol Andri Alam Wijaya dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa (4/10). NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung gagalkan peredaran narkotika jenis ganja. Sebanyak 3000 gram ganja serta tiga orang tersangka telah diamankan polisi.Modus yang dilakukan tersangka tergolong unik.


Dalam upaya mengedarkan ganja tersebut, mereka memanfaatkan aktivitas bermain burung merpati balap. Namun upaya tersebut berhasil terungkap. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, mereka diamankan setelah dilakukan penyelidikan selama satu minggu.

Ternyata benar, ada peredaran narkoba jenis ganja yang dilakukan oleh oknum komunitas adu kontes burung merpati,” kata Kusworo.

BACA JUGA: 115 Personel Satpol PP di Kabupaten Bandung Barat Jadi Pengangguran 

Selain mengedarkan ganja, ketiga tersangka ini rupanya tega mencekoki burung merpati yang dipeliharanya untuk mengadu ketangkasan dengan komunitas burung merpati lainnya.

“Ganja tersebut diseduh dan dicampur ke air minum merpati. Kemudian biji ganja juga dicampur ke makanan burung jenis merpati balap (Columba livia domestica) itu. Harapannya merpati itu akan semakin giras dan berani saat beradu kecepatan,” ungkapnya.

Dengan begitu, atas perbuatannya tersebut, ketiga tersangka dianggap melanggar pasal 114 dan 111 Undang-undang No. 35/2009 tentang narkotika. Ancaman penjara diatas lima tahun serta denda 10 miliar.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Bandung, Kompol Andri Alam Wijaya menjelaskan kronologi terungkapnya peredaran ganja dengan modus bermain merpati balap. Atas dasar laporan dari masyarakat, yang mencurigai adanya peredaran gelap narkotika di kawasan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Rupanya tiga pemuda berinisial DF (28), RF (22), RM (25), yang jadi pelakunya. Ketiga tersangka merupakan warga Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Ketiganya ditetapkan pula sebagai pengedar narkotika. Halitu, diperoleh dari keterangan beberapa saksi dalam proses penyidikan kepolisian.

“Setelah mempelajari laporan tersebut, tiga pemuda ini ditangkap pada Sabtu (1/10) lalu, atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis Ganja,” kata Andri Alam.

Dari tangan tiga tersangka pemilik merpati itu, polisi mengamankan ganja seberat tiga kilogram. Sementara pengakuan tersangka kepada polisi, Andri Alam menyebutkan, penggunaan ganja itu untuk makanan
merpati sudah dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

“Kalau tersangka sudah make ganja selama setahun ini,” ucapnya. Sementara itu, dibawah komando Kompol Andri Alam, sepanjang bulan September 2022, Satres Narkoba Polresta Bandung telah mengungkap
11 kasus dan 17 tersangka penyalahgunaan narkotika berbagai jenis.

Adapun jumlah total barang bukti yang diamankan kepolisian yakni Ganja seberat 3.157 gram, Sabu 227,4 gram, Tembakau Gorila 199,9 gram dan Obat-obatan sebanyak 4.208 butir.

(sir/b)

Loading...

loading...

Feeds