Serangan Monyet ke Kawasan Warga Tanda Rusaknya Alam

Kawanan monyet liar ekor panjang mencari makan di kawasan Jalan Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

Kawanan monyet liar ekor panjang mencari makan di kawasan Jalan Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Maraknya serangan monyet ekor panjang di pemukiman warga di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Merupakan tanda dari fenomena rusaknya alam kawasan tersebut.


Serangan kawanan monyet terbaru terjadi di Kampung Cisarua, RT 03 RW 06, Desa Kertawangi. Serangan tersebut membuat warga resah, pasalnya monyet tersebut menjarah makanan warga.

Fenomena tersebut ditanggapi Dewan Daerah WALHI Jawa barat, Dedi Kurniawan sebagai fenomena rusaknya habitat monyet di kawasan tersebut. Pasalnya serangan monyet ke pemukiman warga pasti memiliki alasan.

“Kita bisa lihat dari bagaimana monyet tersebut saat di pemukiman warga, jika monyet tersebut mencari makanan. Berarti jumlah makanan di habitat monyet tersebut sudah menipis,” ujarnya, (27/9).

BACA JUGA: Gelar Employee Volunteering BPJS Ketenagakerjaan Bersama Perum Perhutani KPH Tasikmalaya

Ia mengatakan, monyet ekor panjang adalah spesies yang mudah berkembang biak. Sehingga ditemukan monyet menjarah makanan pemukiman warga, hal itu bisa menjadi tanda populasi monyet yang tinggi tidak dibarengi dengan kawasan.

“Atau pun sebaliknya kawasan yang sempit dan tidak ada pemburu monyet. Karena dalam siklus habitat hewan monyet itu dimangsa hewan lain seperti harimau, sehingga menjadi hama jika siklusnya terganggu,” ujarnya.

Untuk kasus monyet di beberapa daerah berbeda-beda, menurutnya alih fungsi lahan hutan menjadi pemukiman mempengaruhi bagaimana siklus pertumbuhan hewan seperti monyet.

“Sehingga penanganannya tidak semena-mena memburu monyet tersebut. Pasalnya beberapa kasus perburuan tersebut membuat monyet marah dan tetap terjadi serangan monyet,” tuturnya.

Dedi mengatakan, pencegahan serangan monyet ke pemukiman warga dengan cara membuat habitat monyet tersebut seimbang. Salah satunya dengan menanam pohon makanan monyet tersebut.

“Yang disebut habitat yang seimbang bukan hanya, penanaman pohon saja. Namun hutan tersebut seimbang secara fauna juga, sehingga ekosistem hewannya juga seimbang,” ujarnya.

Ia berharap, dari fenomena tersebut bisa menjadi peringatan terhadap pentingnya menjaga hutan dari pembangunan yang merugikan ekosistem hewan. Pasalnya dengan menjaga hutan di kawasan tersebut menjaga salah satu hewan dari over populasi dan serangan ke pemukiman warga.

(kus)

Loading...

loading...

Feeds