Harga Anjlok, Petani di Kabupaten Bandung Rusak Sayuran Siap Panen

Pertanian di Kabupaten Bandung Barat.

Pertanian di Kabupaten Bandung Barat.

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Aksi seorang petani merusak tanaman sayuran siap panen, beredar luas melalui sebuah unggahan video di media sosial pada (18/9) lalu. Aksi perusakan tersebut diduga sebagai bentuk kekecewaan petani akibat anjloknya harga sayur.


Dalam video, nampak seorang petani membabat sayuran di sebuah ladang menggunakan sebilah parang. Tidak hanya itu, dia juga menendang sayuran di ladangnya. Dalam video lain, seorang petani juga membabat bawang daun di sebuah ladang.

Pengunggah video, Agung Rizky Yuda mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh petani di Rancabali, Kabupaten Bandung karena merasa kecewa dengan harga yang anjlok dalam beberapa hari terakhir.

“Saya juga petani. Video itu kiriman dari teman petani di Desai Barutunggul, Rancabali. Memang sekarang harga sedang anjlok, semua sayuran pecay, kubis, dan lainnya lagi pada anjlok,” ujar Agung dikonfirmasi, Selasa (20/9).

BACA JUGA: Dihantui Bahaya Banjir, Warga Lembang Keluhkan Buruknya Drainase di Kawasan Lembang 

Ia menyebut, kini pecay atau sawi putih hanya berkisar Rp200 per kilogram, yang harga normalnya berkisar Rp2.500 – Rp3.000 per kilogram. Harga sayuran lainnya yang anjlok adalah kol, yakni hanya Rp800 per kilogram.

Sementara, menurutnya petani masih harus dibebankan dengan biaya upah kuli panggul dan kuli panen dari kebun ke tepi jalan berkisar Rp 300 – Rp 500 per kilogramnya. “Kalau dijual, untuk upah kuli saja tidak mencukupi,” ujarnya.

Jika harus menjual sayuran yang ditanamnya, petani dipastikan akan merugi karena harga yang merosot. Padahal, petani sudah menghabiskan modal besar seperti untuk kebutuhan pupuk dan biaya lainnya.

“Harga saat panen murah, sedangkan harga pupuk dan obat-obatan terus alami kenaikan harga, seperti pupuk NPK yang biasanya Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp20 ribu per kilogram,” jelasnya.

Aksi petani rancabali yang merusak sayuran tersebut kata Agung, sebagai bentuk kekecewaan atas harga yang anjlok juga protes kepada pemerintah. Sebab itu, ia berharap pemerintah segera turun tangan atas persoalan ini.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa melihatnya. Supaya tahu nasib petani saat ini,” tandas Agung.

(sir)

 

Loading...

loading...

Feeds

Term Paper Writer Reviews

If you are looking for review of a writer for your term, there are several sites that offer this type …

Term Paper Writer Reviews

If you are looking for review of a writer for your term, there are several sites that offer this type …