Tarif Naik, Driver Ojol Cimahi Ketakutan Sepi Penumpang

AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG
MENUNGGU: Salah Seorang driver ojol menunggu orderan penumpang, di Kota Cimahi.

AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG MENUNGGU: Salah Seorang driver ojol menunggu orderan penumpang, di Kota Cimahi.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Naiknya harga tarif Ojek Online (Ojol) disambut baik oleh para pengemudi meski kerap di dera minimnya oederan paska pandemi.


Seperti diketahui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan aturan baru yang tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 dan berlaku efektif pada 14 Agustus 2022.

Aturan tersebut menggantikan aturan sebelumnya yaitu KM Nomor KP 348 Tahun 2019 serta dilakukan dalam rangka menyesuaikan kenaikan biaya operasional ojol. Untuk seterusnya, aturan baru untuk ojol ini akan menjadi pedoman sementara bagi penetapan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online.

Salah seorang pengemudi Gojek, Subarhan (35) mengatakan, kenaikan tarif merupakan kebijakan yang baik, pasalnya kenaikan tersebut bisa membuat pendapatan yang sebelumnya minim kini bertambah.

“Keuntungan sebelumnya sebelum naik sekitar tiga juta rupiah, namun setelah kenaikan tarif baru dengan ukuran penumpang yang sama, keuntungannya bisa naik menjadi 4,5 juta,” ujarnya.

Meski penghitungan keuntungan bisa lebih tinggi, Subarhan mengatakan, belum pasti keuntungan tersebut tercapai driver. Pasalnya kenaikan harga biasanya dibarengi dengan engganya penumpang membayar dengan tarif baru.

“Sehingga kalau tarif naik banyak penumpang yang enggan menggunakan jasa Ojol tersebut, sehingga beralih ke aplikasi Ojol baru yang menawarkan diskon tinggi. Hal ini yang menjadi kesulitan di lapangan, pasalnya penetapan harga kadang tidak begitu signifikan kepada seluruh Ojol, “ tuturnya.

BACA JUGA: Jelang Hari Kemerdekaan, Pemkot Cimahi Bagikan 5000 Bendera

Ia menambahkan, kenaikan tarif harus dibarengi dengan pengawasan di lapangan sehingga bisa merata kepada seluruh driver. Kendala dilapangan jika tidak merata akan merugikan salah satu aplikasi Ojol.

“Semisal yang naik tarifnya hanya Gojek dan Grab sebagai perusahan besar, dan perusahaan baru serupa tidak mengindahkan bisa-bisa pengemudi seperti saya bisa merugi, saya takut kenaikan berimbas kepada sepi peminat,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang pengguna jasa Ojol, Vina (24) mengatakan, kenaikan tarif tersebut membuat dirinya enggan menggunakan aplikasi Ojol dengan tarif tinggi. Pasalnya dengan kenaikan tarif dirinya akan memilih aplikasi Ojol yang menawarkan tarif termurah.

“Sekarangkan banyak aplikasi serupa yang menawarkan harga yang lebih murah. Sehingga kalau harga naik, kita akan memilih yang ada promo murah saja,“ tuturnya.

Ia melanjutkan, kenaikan tarif yang terjadi belum tentu bisa membuat keuntungan bagi Ojol, pasalnya persaingan diskon yang ditawarkan aplikasi Ojol bisa membuat beberapa aplikasi sepi peminat.

“Sekarangkan banyak aplikasi serupa lebih memberikan kemudahan diskon, sehingga kalau boleh memilih kita pelanggan akan mencari yang lebih murah,” ujarnya.

Kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Kemenhub untuk wilayah satu, meliputi Sumatera, Jawa, dan Bali seharga 1,850 – 2,300, ditambah pembayaran servis seharga 9,250 – 11,500. Menilik hal tersebut kenaikan tersebut, Vini sebagai pelanggan, berharap kenaikan harga dibarengi dengan kualitas pelayanan yang lebih baik.

“Saya berharap kenaikan tarif dibarengi dengan kualitas pelayanan yang baik, saya sering lihat ada beberapa pelecehan seksual di beberapa sosial media oleh driver, sehingga kalapun naik bisa meningkatkan kualitas,” pungkasnya.

(kus/b)

Loading...

loading...

Feeds

Term Paper Writer Reviews

If you are looking for review of a writer for your term, there are several sites that offer this type …

Term Paper Writer Reviews

If you are looking for review of a writer for your term, there are several sites that offer this type …