Ribuan Siswa di Jabar Ikuti Ceramah Kebangsaan Gus Miftah

POJOKBANDUNG.com. BANDUNG- Ribuan siswa SMA, SMK, SLB di Jawa Barat (Jabar) mengikuti Ceramah Kebangsaan secara hybrid oleh Gus Miftah. Ceramah Kebangsaan ini dilaksanakan demi terwujudnya Jawa Barat yang damai dan toleran.


Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan ada 1.500 peserta yang mengikuti Ceramah Kebangsaan di SPOrT Arcamanik, Kota Bandung ini. Sementara 3.000 peserta mengikuti kegiatan secara online.

“Mayoritas para pemimpin siswa. Para pengurus OSIS, guru-guru, sehingga mereka bisa meneruskan,” ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengungkapkan, kegiatan ini investasi besar yang dapat dipanen berupa kedamaian dan kondusifitas sesuai yang dicita-citakan oleh siswa.

Di era digital ini, dia juga berharap konten Gus Miftah pada Ceramah Kebangsaan bisa diteruskan ke lingkungan terdekat.

Jawa Barat, kata Ridwan Kamil, merupakan provinsi pertama yang memiliki kurikulum antiradikalisme dan terorisme. Pihaknya sedang mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan dan muatan lokal.

Ia berharap Ceramah Kebangsaan menjadi penguat agar jauh dari pertengkaran. Sehingga targetnya adalah untuk para pemuda yang memang rentan terhadap asupan informasi dari media sosial maupun lingkungan yang melemahkan wawasan kebangsaan.

“Jadi ini menyasar anak-anak SMA, SMK, SLB akan berlangsung di lima wilayah. Ini kan wilayah Bandung Raya ya, nanti Priangan Timur, Purwasuka, Ciayumajakuning, Bodebek akan kita hadirkan juga,” tuturnya.

Disinggung mengapa menghadirkan Gus Miftah, menurut Ridwan, karena dinilai cocok dengan anak muda yang ingin mengkombinasikan dengan narasi, tausiah dengan milenial. Terlebih, menurutnya, Gus Miftah memiliki narasi kuat mengenai materi terkait wawasan kebangsaan. “Saya kira karena targetnya anak muda jadi pas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan pada agenda kali ini adalah tentang kebangsaan. Di mana nantinya akan ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan agar kian menumbuhkan kebangsaan tersebut.

“Nantinya ada launching gerakan 2,5 juta bendera merah putih se-Jabar, nanti juga ada gerakan 7 harkat,” ujar Dedi.

Adapun gerakan 7 harkat, yaitu mengajak peserta didik untuk mengikut sejumlah kegiatan positif yang disesuaikan dengan tagline berdasarkan hari. Misalnya pada hari Senin yaitu terkait wawasan kebangsaan,

Selasa terkait wawasan internasional, Rabu tentang wawasan literasi dan lingkungan hidup. Sedangkan Kamis tentang budaya lokal, Jumat terkait sehat jiwa raga, Sabtu mengenai rumah kita istana kita dan Minggu adalah sosial kemanusiaan. Sehingga, Dedi berharap, mulai dari Bandung akan menjadi Pancasila yang menyeluruh ke Indonesia.

“Ke depannya selain tagline hari-hari ada masukan juga dari siswa kaitan dengan membuat monumen-monumen hal itu bagian dari peringatan menjadi ciri lahirnya Pancasila dengan pemikiran di Kota Bandung,” terangnya.

Sementara itu, Gus Miftah menilai kegiatan Ceramah Kebangsaan penting untuk dilaksanakan. Sehingga anak-anak, khususnya siswa maupun siswi mampu memahami kebangsaan secara baik dan benar. “Menganggap perbedaan itu sebagai rahmat bukan sebagai sebuah pemicu untuk menjadi kebencian permusuhan dan lain sebagainya,” ujar Gus Miftah. (dbs)

Loading...

loading...

Feeds

How To Type Papers Online

There are a myriad of ways you can send your paper online. Here are a few options. GradeMiners gradePro JustDoMyEssay …

The Best Paper Writing Companies

Engaging a professional essay writer business has numerous advantages. This type of service offers students array of benefits. These services …

Task Four

The firm claims that all writers employed by AssignmentMasters are from the UK and no additional value is charged for …

Hire Someone To Write Your Essay

A professional can write your essay. They provide high-quality essays at affordable prices. Customers can alter their essay as needed. …