Konstruksi Dinilai Mulai Rapuh, Warga Keluhkan Kondisi Jembatan yang Bergoyang

SUASANA: Kendaraan melintasi jembatan Nanjung, Kabupaten Bandung, Kamis (28/7).  TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

SUASANA: Kendaraan melintasi jembatan Nanjung, Kabupaten Bandung, Kamis (28/7). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, MARGAASIH – Kondisi Jembatan Nanjung yang berlokasi di Kampung Jati, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung memprihatinkan. Jembatan yang melintasi Sungai Citarum ini, banyak dikeluhkan warga karena konstruksinya dinilai kian rapuh.


Pantauan Radar Bandung, Jembatan tersebut memperlihatkan kondisi yang ringkih, ketika dilalui kendaraan besar seperti truk, jembatan bergetar dengan kencang, kerangka penopang di bawah jembatan yang nampak keropos dipenuhi karat pun ikut bergoyang. Selain itu, pagar pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan juga telah rusak dan usang. Serta kondisi aspal juga terlihat tak memadai.

Salah seorang warga setempat, Wiwi Setiawan (46) mengaku sudah lama merasakan getaran jembatan yang kian hari semakin parah. Ruas jembatan yang sempit juga kerap akibatkan kemacetan.Uia juga menilai trotoar Jembatan untuk pejalan kaki juga tidak layak, lantaran ukurannya yang sempit.

“Kondisinya memang begitu, tidak mungkin truk besar melintas dalam waktu yang sama karena jembatannya kecil, itu pasti macet. Kalau kayak begitu suka khawatir tiba-tiba ambruk,” tuturnya kepada Radar Bandung, Kamis (28/7).

BACA JUGA: Antusias Tinggi, The Script Umumkan Konser Tambahan di Bandung pada 2 Oktober 2022, Dapatkan Tiket Resminya Hanya di Tiket.com

Kendati begitu, Wiwi mengungkapkan bahwa sebenarnya Jembatan ini pernah mengalami perbaikan pada tahun 2016 lalu, meski perbaikan tersebut juga tidak maksimal.

“Pernah dibetulin, sekitar tahun 2016, perbaikan rangka tapi ga full juga, asal-asalan. Memang keliatan ini besi2 rangkanya sudah mulai goyang, soalnya ga ada yang ngerawat, Ini mengerikan liat jembatan seperti ini. Besinya udah berkarat udah mau jatuh,” ungkapnya.

“Beberapa hari yang lalu juga sempat ada pengaspalan bawa 2 mobil gede, kirain mau dibenerin semua, eh ternyata ditambal-tambal doang, setengahnya aja tidak. Di Indonesia doang ini seperti ini, mana ada jembatan kayak gini di Eropa,” ujarnya sambil tertawa.

Ia juga mengungkap kondisi jembatan pada malam hari, yang tak memiliki satupun lampu penerangan jalan di sepanjang jembatan dan lokasi sekitarnya. Akibatnya, lokasi jembatan ini menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan dan kejahatan.

Sementara itu, salah seorang petugas Binamarga dan Penataan Ruang, Provinsi Jawa Barat, yang tak berkenan disebutkan namanya, mengatakan getaran jembatan yang disebabkan oleh kendaraan yang melintas merupakan hal yang wajar.

“Kondisi jembatan Nanjung ini normal, semua jembatan juga pasti ada getaran kalau dileawati kendaraan,” ujarnya saat melakukan pengecatan jembatan bersama tiga rekannya, Kamis (28/7).

BACA JUGA:Pemkab Bandung Kejar Target Vaksinasi Booster Hingga Akhir Agustus

Meski begitu, ia membenarkan kendaraan besar yang hendak melintasi jembatan itu, harus bergantian karena ukuran jembatan yang sempit. Ia juga mengungkapkan sebagian penghalan di tiap sisi jembatan rusak akibat sejumlah truk yang melintas tak saling mengalah. “Jembatannya memang terlalu sempit, gak mungkin kalau lewat bersamaan,” imbuhnya.

Sebelumnya, kondisi jembatan Nanjung sempat ramai di media sosial Instagram. Bahkan video jembatan Nanjung yang bergoyang diunggah oleh akun Instagram milik @polsekmargaasih. Dalam unggahannya itu Polsek Margaasih menyertakan keterangan tertulis terkait kondisi terkini jembatan Nanjung.

“Dengan kondisi itu, mohon kiranya instansi terkait melakukan survey kondisi jembatan, untuk dilakukan kebijakan lebih lanjut,” penggalan keterangan pada unggahan tersebut.

(sir)

Loading...

loading...

Feeds

Menjajal Kecanggihan Wuling Air ev

Menjajal Kecanggihan Wuling Air Ev

POJOKBANDUNG.com – Wuling Motors (Wuling) tancap gas dengan mulai me-launching mobil listrik Air ev di pasar global. Indonesia menjadi negara …