Soljer Fair, Upaya Pemkab Bandung Tekan Angka Pengangguran

SUASANA: Gelaran Soljer Fair di Thee Matic, Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (28/7). Melalui Soljer Fair, Bupati Bandung berharap dapat menekan angka pengangguran di wilayah Pemerintahannya. FOTO: HUMAS PEMKAB BANDUNG

SUASANA: Gelaran Soljer Fair di Thee Matic, Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (28/7). Melalui Soljer Fair, Bupati Bandung berharap dapat menekan angka pengangguran di wilayah Pemerintahannya. FOTO: HUMAS PEMKAB BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, MAJALAYA – Pengangguran masih menjadi satu pekerjaan rumah bagi Pemerintah. Apalagi angka pengangguran sempat melonjak naik disaat pandemi Covid-19 melanda dengan ganasnya pada 2021 lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan sebesar 5,53 persen dari 208,54 juta penduduk usia kerja (PUK) terdampak Covid-19.


Meski begitu setidaknya di tahun 2022 ini angka pengangguran berangsur menurun, walaupun belum bisa menyamai presentase pada Februari 2020, sebulan tepat sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan Covid-19 menjadi pandemi global.

BPS mencatat, pada Februari 2020 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,94 persen. Angka tersebut lantas melonjak pada tahun berikutnya akibat pandemi Covid-19 yaitu sebanyak 6,26 persen. Dan ditahun 2022 ini telah mengalami penurunan 0,43 persen menjadi 5,83 persen jika dibanding Februari 2021.

Sementara di Kabupaten Bandung, TPT mencapai 151.908 jiwa, terdiri dari 106.884 laki-laki dan 45.024 perempuan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus berupaya menghadirkan solusi guna menurunkan TPT tersebut.

BACA JUGA: Pemkab Bandung Barat Dapat 607 Kuota untuk Formasi PPPK

Salah satunya melalu gelaran Job Fair yang diadakan di Thee Matic, Majalaya. Kamis (28/7). Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan melalui kegiatan yang diberi tema Solokanjeruk (Soljer) Fair ini, dapat menekan angka pengangguran di wilayah Pemerintahannya. Melalui kegiatan ini pula iaendorong setiap perusahaan agar dapat berkontribusi mengatadi permasalahan itu.

“Masyarakat sangat antusias dengan penyelenggaraan job fair ini. Diketahui ada sekitar 2.000 orang yang melamar pekerjaan,” ungkap Dadang saat membuka acara Solokanjeruk (Soljer) Fair di Thee Matic, Majalaya, Kamis (28/7).

Untuk diketahui, dalam Soljer Fair yang akan berlangsung selama empat hari, yakni 28 – 31 Juli 2022. Sebanyak 600 lowongan kerja disiapkan oleh 10 perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung. Selain penawaran bursa kerja, Soljer Fair juga membuka kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan juga industri kreatif untuk bisa mempromosikan produknya kepada masyarakat umum.

“Dalam konteks ekonomi kerakyatan, keberadaan UMKM dan ekonomi kreatif, menempati posisi strategis sebagai lokomotif pembangunan ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu, gerakan memajukan UMKM menjadi salah satu program pemerintah daerah,” jelasnya.

BACA JUGA: Pertumbuhan Konsumsi Listrik Kawasan Bandung Barat Jadi Tumpuan

Sementara untuk membangkitkan kembali para pelaku UMKM pasca Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah meluncurkan sejumlah program, dimana salah satu program andalannha yakni penyediaan dana bergulir tanpa bunga kepada para pelaku UMKM melalui lembaga keuangan bank. Dana sebesar Rp 40 Miliar disiapkan untuk program tersebut.

“Jika dapat berjalan dengan lancar, Insya Allah akan ditambah lagi anggarannya sebesar Rp.60 miliar,” imbuh Dadang.

Ia berharap, penyelenggaraan Soljer Fair tahun 2022 mampu mendongkrak para pelaku UMKM, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bandung. “Mengingat, Kecamatan Solokanjeruk dan Majalaya merupakan sentra produksi UMKM mulai dari pertextilan, konveksi pakaian jadi, produksi permadani, sampai dengan kuliner khas Kabupaten Bandung,” ucapnya. (sir)

Loading...

loading...

Feeds

Menjajal Kecanggihan Wuling Air ev

Menjajal Kecanggihan Wuling Air Ev

POJOKBANDUNG.com – Wuling Motors (Wuling) tancap gas dengan mulai me-launching mobil listrik Air ev di pasar global. Indonesia menjadi negara …