Dadang Supriatna: Kembalikan Pengelolaan SMA ke Pemerintah Daerah

ILUSTRASI: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama pembelajaran tatap muka terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung. TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

ILUSTRASI: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama pembelajaran tatap muka terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung. TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDNG.com, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna meminta kewenangan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dikembalikan pada Pemerintah Kabupaten/Kota.


Menurutnya, pengembalian pengelolaan kewenangan SMA dapat memberikan dampak yang sangat signifikan pada capaian Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Bandung.

Usulan itu, disampaikan Dadang saat audiensi bersama Dewan Pembina Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, di Rumah Dinasnya, Soreang, Rabu (27/6) lalu.

“Kami sangat berharap, Apkasi bisa mengusulkan ke pemerintah pusat agar tanggungjawab dan pengelolaan kewenangan SMA dikembalikan lagi ke daerah. Hal ini dalam upaya meningkatkan RLS dan HLS di Kabupaten Bandung,” kata Dadang.

BACA JUGA: Pemkab Bandung Barat Dapat 607 Kuota untuk Formasi PPPK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus berupaya meningkatkan angka RLS dan HLS di Kabupaten Bandung. Pada tahun 2021 RLS Kabupaten Bandung mengalami peningkatan, dari 8,96 tahun menjadi 9,07 tahun. Sedangkan HLS Kabupaten Bandung tahun 2021 adalah 12,7 tahun, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu mencapai 12,6 tahun.

Selain itu, Dadang juga menyampaikan, tahun 2023 mendatang pihaknya menargetkan angka RLS Kabupaten Bandung meningkat menjadi 10 tahun.

Sejumlah upaya pun digalakkan dalam mendorong terpenuhinya akses pendidikan di Kabupaten Bandung, yaitu dengan rencana pembangunan 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta 22 Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Saat ini Kabupaten Bandung sudah memiliki 1.645 SD, 588 SMP sederajat, 239 SMA dan 138 SMK. Insya Allah ke depannya kami akan berupaya untuk menambah kembali sarana pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA: Pertumbuhan Konsumsi Listrik Kawasan Bandung Barat Jadi Tumpuan

Sementara pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina Apkasi, Sokhiatulo Laoli mengungkapkan, pihaknya tengah berjuang agar kewenangan SMA bisa dikembalikan kepada pemerintah daerah.

“Apkasi milik semua bupati di Indonesia. Jadi tentunya saran, aspirasi dan keluhan dari semua bupati akan mendapatkan atensi penuh dari Apkasi,” pungkasnya.

(sir)

 

Loading...

loading...

Feeds

Menjajal Kecanggihan Wuling Air ev

Menjajal Kecanggihan Wuling Air Ev

POJOKBANDUNG.com – Wuling Motors (Wuling) tancap gas dengan mulai me-launching mobil listrik Air ev di pasar global. Indonesia menjadi negara …