BPBD Subang: Waspada Fenomena La Nina Bisa Bawa Banjir

EVAKUASI : Petugas gabungan saat evakusi pohon tumbang yang menimpa mobil Cery di Jalur Cijambe, Kabupaten Subang. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

EVAKUASI : Petugas gabungan saat evakusi pohon tumbang yang menimpa mobil Cery di Jalur Cijambe, Kabupaten Subang. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang Udin Jajudin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan adanya curah hujan yang cukup tinggi dampak dari fenomena La Nina.


“Sesuai perkiraan BMKG (badan meteorologi klimatologi dan geofisika), bulan ini curah hujan cukup tinggi ini merupakan efek dari fenomena La Nina yang dapat menyebabkan banjir,” kata dia saat dihubungi, Senin (18/7).

Terhadap potensi adanya bencana hidrometeorologi dampak efek fenomena La Nina, Udian mengaku, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang rawan terjadi banjir di Kabupaten Subang.

“Sebenarnya banjir di Subang sudah cukup rutin seperti Wilayah Pantura. Kalau wilayah Subang selatan curah hujan tinggi air sungai meluap akan mengarah ke utara,” katanya

BACA JUGA: Telkomsel Upgrade Jaringan 3G ke 4G/LTE di Bandung dan Cirebon

Ia menyampaikan, pihaknya juga akan terus memonitoring sejumlah tanggul sungai seperti Sungai di wilayah Pantura, yang rentan jebol atau rusak akibat debit air sungai tinggi hingga meluap.

“Ya, kami juga monitor titik-titik tertentu. Biar nanti kalau ada kejadian-kejadian yang butuh penanganan cepat segera dapat tertangani,” tuturnya.

Tak hanya itu sinergitas antara Pemkab Lamongan bersama TNI dan Polri, serta tim BPBD Subang, mengakui, telah menggelar simulasi penanganan dan penanggulangan bencana.

“Dan kami juga menggelar simulasi ke sekolah sekolah, sebagai langkah antisipasi dini. Karena yang namnya bencana bisa terjadi kapan saja,” katanya

BACA JUGA:

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan disertai petir guna menghindari sambaran petir dan terjadinya pohon tumbang akibat tiupan angin.

“Ketika turun hujan disertai petir, masyarakat harus segera masuk ruangan, jangan berteduh di bawah pohon, jangan berada di tanah lapang. Yang berwisata ke pantai, atau ke tempat wisata air (sungai), sebagai langkah antisipasi terjadinya hal hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya

Dikatakannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, meskipun telah memasuki musim kemarau, curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia termasuk wilayah Jawa Barat.Di antaranya, yaitu fenomena La Nina yang pada bulan Juli ini diidentifikasi masih cukup aktif.

(anr)

 

Foto : Dok. BPBD Kabupaten Subang

Loading...

loading...

Feeds