Ratusan Butuh Unjuk Rasa di Depan Pengadilan Negeri Bale Bandung

ORASI: Ketua SPN Jawa Barat, Dadan Sudiana saat berorasi menyampaikan tuntutan di depan Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis (14/7). NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

ORASI: Ketua SPN Jawa Barat, Dadan Sudiana saat berorasi menyampaikan tuntutan di depan Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis (14/7). NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) se-Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (14/7).


Aksi unjuk rasa tersebut guna mengawal proses persidangan 3 buruh asal Bandung Barat yang digugat oleh perusahaan.

“Kami menuntut agar Pangadilan Negeri Bale Bandung menolak gugatan hukum PT Pesona Mustika Abadi terhadap 3 anggota kami,” ujar Ketua SPN Jawa Barat, Dadan Sudiana.

Dadan mengatakan, Gugatan hukum PT. Pesona Mustika Abadi bermula dari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya saat awal pandemi Covid-19. Namun menurutnya, PHK yang dilakukan tidak disertai dengan pembayaran pesangon.

Masalah tersebut telah dibawa ke meja hijau melalui Pengadilan Hubungan Industrial. “Kasusnya sudah diputuskan sampai di mahkamah agung. Pihak perusahaan diwajibkan membayar pesangon,” ujarnya.

Bukannya membayar pesangon, sambung Dadan, pihak perusahaan malah menuntut 3 orang pekerjanya sebesar Rp 5 miliar di Pengadilan Negeri Bale Bandung dengan alasan mereka tidak lagi berstatus sebagai pekerjanya.

“Faktanya, mereka merupaka pekerja perusahaan tersebut, buktinya hasil putusan PHI yang menyatakan jika 3 orang ini merupakan pekerja perusahaan tersebut,” imbuh Dadan.

BACA JUGA: Polres Subang Musnahkan 11.788 Botol Miras Ilegal

Para buruh meminta agar Pengadilan Negeri Bale Bandung menolak gugatan pihak perusahaan terhadap 3 orang karyawannya yang merupakan anggota SPN Bandung Barat.

“Kami berharap Pengadilan Negeri Bale Bandung ini memperhatikan itu, jangan hanya asal menerima laporan, lantas diproses. Kasihan pekerja yang lagi di rumah, tahu-tahu di pengadilan digugat Rp 5 miliar,” tegasnya.

Aksi yang dihadiri kurang lebih 200 buruh tersebut, dikawal dan diamankan langsung oleh 500 personil gabungan dari Polri dan TNI.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo yang memimpin langsung pengamanan tersebut mengatakan, kedatangan para masa aksi ini dampak dari permasalahan internal di PT Mustika dan saat ini merupakan sidang perdana Pengadilan Negeri Bale Bandung.

“Tugas kami dari Kepolisian beserta TNI hanya mengamankan saja aksi ini,” ujar Kusworo.

Setelah menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Pengadilan Negeri Bale Bandung. Para peserta aksi akhirnya membubarkan diri, dan rencananya akan bergeser ke Pengadilan Negeri Bandung dan Polda Jabar.

Selain itu, jika tuntutannya tidak mendapat respons, ratusan buruh tersebut berencana akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.

Menanggapi hal itu, Kusworo menjelaskan, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Jika akan melakukan kegiatan aksi, mereka harus melakukan pemberitahuan terlebih dahulu 3X24 jam sebelumnya.

“Jadi, jika tidak ada pemberitahuan aksi berikutnya, akan kami bubarkan. Tapi jika menyampaikan kami tetap kembali lakukan pengamanan,” tandasnya. (sir)

Loading...

loading...

Feeds

Menjajal Kecanggihan Wuling Air ev

Menjajal Kecanggihan Wuling Air Ev

POJOKBANDUNG.com – Wuling Motors (Wuling) tancap gas dengan mulai me-launching mobil listrik Air ev di pasar global. Indonesia menjadi negara …