Kasus Perceraian di Kota Cimahi Mencapai 1643 di Tahun 2021

Suasana di Pengadilan Agama Kota Cimahi belum lama ini.
AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

Suasana di Pengadilan Agama Kota Cimahi belum lama ini. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kasus perceraian di Kota Cimahi berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Pengadilan Agama Kota Cimahi pada tahun 2021, mencapai 1643 kasus. Angka tersebut perceraian di Kota Cimahi tersebut terbilang cukup tinggi.


Hakim tingkat pertama Pengadilan Agama Kota Cimahi, Anung Saputra mengatakan faktor penyebab perceraian di Kota Cimahi tertinggi disebabkan ekonomi dan perselisihan terus menerus antar pasangan.

“Perselisihan itu bisa dikatakan sesuatu yang tidak melulu pertengkaran mulut, Kalau suami istri sudah diam itu sudah perselisihan,” ucapnya.

BACA JUGA: Pengadaan Interior Ruang Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tuai Polemik

Faktor yang paling dominan ditemukan selama ini adalah permasalahan Ekonomi, menurut Anung tingkat ekonomi lemah mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

“Ekonomi yang lemah menurut data ada di posisi dua, penyebab perceraian di Kota Cimahi. Namun faktor lainseperti psikologi yang belum siap, sikap tempramen salah satu pasangan, juga mempengaruhi perceraian,” ucapnya.

Anung menambahkan faktor umur yang belia serta pendidikan, mempengaruhi kejiwaan pasangan suami istri dalam menjalani rumah tangga.

“Jadi bukan semata-mata pendidikan formal saja, tapi pendidikan menghadapi rumah tangga juga berpengaruh terhadap kejiwaan pasangan,” paparnya.

BACA JUGA: Peringati Ulang Tahun Eril, Relawan Anak Muda Bagikan 10.000 Paket Sembako

Dalam persidangan perceraian selama ini, Anung menjelaskan pihak pengadilan agama selalu melakukan mediasi, antara suami dan istri yang ingin bercerai. Pasalnya perceraian merupakan pintu terakhir permasalahan rumah tangga.

“Kedua suami istri dipanggil saat persidangan, kalau keduanya hadir kita adakan mediasi dulu. Kalau perdamaian berhasil cabut dan pulang selamatan pengantin baru lagi,” ucap Anung.

Anung mengajak masyarakat untuk memahami mengenai pendidikan pernikahan sebelum menikah, serta bagi yang menikah dan memiliki permasalahan. Jangan menggunakan pintu terakhir perceraian.

“Oleh karena itu, jangan buru-buru buru bercerai saling introspeksi. Jangan karena ego semuanya selesai, laki-laki dan perempuan itu tidak akan pernah cocok. Diperlukan kesediaan berkorban demi pasangannya, rumah tangga itu saling pengertian agar tidak menggunakan pintu terakhir pengadilan agama,” pungkasnya.

(cr3)

 

 

Loading...

loading...

Feeds

Hire Someone To Write Your Essay

A professional can write your essay. They provide high-quality essays at affordable prices. Customers can alter their essay as needed. …