Waspada Penularan Kasus Subvarian Omicron BA.5 di Jabar

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BADNUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyatakan adanya penularan kasus subvarian Omicron BA.5 di beberapa wilayah di Jabar.


Hal itu berdasarkan tes whole genome sequencing yang dilakukan di Labkesda Jawa Barat dan hasilnya dilaporkan di Kementerian Kesehatan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan ada lima wilayah Jabar dengan peningkatan kasus Omicron, yakni Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bandung.

“17 kasus temuan varian baru Omicron BA.5 ditemukan, beberapanya ada di Kota Cimahi dengan 12 kasus dan di dua kasus di Kota Depok,” kata Ridwan Kamil seusai Rapat Komite Kebijakan Penanaganan Covid-19 dan Pemulihan Eonomi Daerah Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Siap Kembangkan Pelayanan Berbasis Metaverse

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa kasus Omicron secara umum masih banyak ditemukam di wilayah perkotaan.

Dikatakannya, masyarakat harus tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan.

“Sebanyak 88 persen adanya di Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, dan Kota Bekasi. Tetapi masih dalam rentang kendali rumah sakit sudah di angka 1 persen, kira-kira masih baik,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja meminta kepada dinas kesehatan di lima kabupaten/kota Jabar dengan kasus tertinggi agar waspada.
Apalagi dengan adanya temuan kasus subvariant Omicron BA.5 di Kota Cimahi dan Kota Depok.

“Jadi ini barangkali menjadi kita semua, karena Omicron BA.5 sifatnya penularan cukup cepat tetapi tidak seberbahaya Omicron sebelumnya,” tutur Setiawan dalam rapat.
Pemprov Jabar lansung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Cimahi dan Depok ihwal temuan kasus subvarian Omicron BA.5 di wilayah tersebut.

“Tindak lanjut yang sudah kami laksanakan adalah koordinasi dengan dinkes setempat yakni Dinkes Kota Cimahi dan Depok, khususnya terkait dengan surveillance epidemiologi dan lokalisir terkait penularan,” terangnya.

Pihaknya pun telah mengeluarkan surat edaran Pemprov Jabar untuk kabupaten/kota agar ke depannya sampel PCR positif dengan CT di bawah 33 agar diperiksa melalui tes Genome Sequencing di Labkesda Jabar.

“Namun, hasilnya memang langsung ditarik ke Kemenkes,” imbuhnya.

Loading...

loading...

Feeds