Harga Pupuk Naik, Pedagang Pupuk Cimahi Keluhkan Sepi Pembeli

Petani Citeureup Kota Cimahi sedang menyemai benih sayuran.

AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

Petani Citeureup Kota Cimahi sedang menyemai benih sayuran. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Naiknya harga pupuk mutiara 16, mempengaruhi stabilitas ekonomi pedagang serta petani di Kota Cimahi.


Pedagang Pupuk toko Tani Jaya, Kota Cimahi, Hedi mengatakan sudah seminggu lamanya tokonya sepi peminat. Hal ini diakibatkan beberapa komoditas pupuk naik harganya.

“Seminggu ini, pupuk jenis mutiara 16 harganya naik dari 800 ribu / karung. Sekarang menjadi 850 ribu per karungnya, dimana per karung isinya 50 kilogram,” tuturnya.

Ia menjelaskan pupuk jenis mutiara 16, merupakan pupuk yang menjadi pilihan utama para petani di Kota Cimahi.

“Sekarang aga aneh selama seminggu sepi peminatnya, padahal biasanya tidak seperti itu. Padahal banyaknya petani di Kota Cimahi adalah petani sayur,” paparnya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Siap Kembangkan Pelayanan Berbasis Metaverse

Naiknya tarif pupuk, bagi Hedi disinyalir akan membuat biaya komoditas sayuran di pasar akan naik harganya.

“Ini sejalan dengan modal petani yang akan naik juga, karena pupuk sedang naik harganya. Saya berharap pemerintah bisa sigap, melihat potensi naiknya biaya sayuran, dengan menstabilkan harga pupuk,” jelasnya.

Sementara itu petani sayur di Citeureup Kota Cimahi, Jajang mengeluhkan naiknya harga pupuk yang mempengaruhi modal produksi pertaniannya.

“Sekarang jika harga pupuk naik, modal kita juga nambah, belum lagi kita harus memikirkan sewa tanah, makin sulit jadi petani,” ucapnya.

Naiknya harga pupuk membuat Jajang, harus bersiasat menghemat persediaan pupuk.

“Saya bertanam seledri, karena lagi musimnya, harganya pasti saya akan naikan sedikit karena pupuknya mahal,” ucapnya.

Ia menjelaskan naiknya harga pupuk, akan mempengaruhi biaya beberapa komoditas pertanian di pasar.

“Barang sayuran di pasar, seperti Cabai, cabai rawit, kol dan sayuran lainya akan naik drastis. Sebenarnya serba salah, tapi kalau tidak begitu bagaimana bisa untung,” ucapnya.

Jajang berharap naiknya harga pupuk, bisa segera ditangani pemerintah. Baginya kenaikan tersebut, akan berdampak ke stabilitas perekonomian warga.

“Berharap ada solusi tirinya harga pupuk, atau adakan subsidi. Karena kalau tidak yang merugi bukan petani dan penjual pupuk, tapi warga sebagai konsumen harus merogoh kocek tambahan,” pungkasnya.

(cr3)

 

Loading...

loading...

Feeds