Dinilai Berpengalaman, ICM Diminta Jadi Narsum Bimtek Damkar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Saat ini Kota Bandung kekurangan tenaga inspektur pemadam kebakaran (Damkar) yang tahu bagaimana sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung (bertingkat), padahal pembangunan gedung bertingkat baik apartemen, perkantoran, maupun pusat perbelanjaan terus bertambah.


Plt Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Kadiskar PB) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana menyebutkan, pihak petugas inspektur Damkar di Kota Bandung saat ini hanya berjumlah 5 orang.

Gun Gun menyampaikan jumlah itu tidak mencukupi dan bisa berdampak fatal jika pemeriksaan atau pengecekan sistem proteksi kebakaran pada gedung tidak dilakukan secara benar.

“Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, terutama dalam pencegahan kebakaran, salah satunya upaya yang kita lakukan adalah memberikan pelatihan atau Bimtek (bimbingan teknis) kepada petugas pemadam dan penyelamat dalam hal sistem proteksi Gedung,” ujar Gun Gun disela Pelatihan/Bimtek Peningkatan Kapasitas Petugas Pemadam dan Penyelamatan Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung, di Bandung, Rabu, 22 Juni 2022.

Pelatihan dan Bimtek ini berlangsung 3 hari, pada tanggal 21 hingga 23 Juni 2022 diikuti sekitar 180 peserta terdiri-dari 3 pleton, yang sebagian adalah pekerja harian lepas (PHL).

Gun Gun menyatakan, pelatihan fokus pada PHL Damkar Kota Bandung yang selama ini belum pernah dapat pelatihan bagaimana sistem proteksi kebakaran di gedung bertingkat. “Makanya kita bekali mereka agar sewaktu-waktu dibutuhkan untuk diikutsertakan sebagai inspektur, sebab kita sekurangan. Saat ini Kota Bandung hanya punya 5 inspektur,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Gun Gun, Damkar Kota Bandung mengundang konsultan property management Inner City Management (ICM) sebagai narasumber untuk membagi ilmu dan pengalamannya dalam menerapkan Safety Building System di gedung-gedung bertingkat kelolaannya.

“Sebab kami tahu selama 16 tahun ICM berpengalaman mengelola keselamatan puluhan gedung di beberapa kota besar di Indonesia,” jelasnya.

General Manager Safety ICM, Encep Saifuddin mengatakan, sebagai tugas inspektur Damkar mereka dituntut mengetahui sistem dan berbagai fasilitas yang terkait dengan keselamatan sebuah gedung. Bagaimana fungsi, cara kerja/penggunaannya ketika terjadi keadaan darurat.

“Kami datang dengan tim untuk berikan wawasan yang dapat diterapkan oleh para petugas Damkar yang ada di Kota Bandung, agar mengerti bahwa kalau mereka bekerja tanpa didukung alat proteksi akan membahayakan jiwa mereka sendiri. Sebagai inspektur Damkar mereka harus mengecek hal-hal penting untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran,” kata Encep.

Lebih jauh, jelasnya, tugas inspektur Damkar adalah melakukan pengecekan dan pengetesan persiapan suatu gedung yang akan dioperasikan. Apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan atau belum, serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pengelola Gedung. Inspektur Damkar harus bisa berikan arahannya.

“Selama ini ICM sangat peduli terhadap keselamatan orang-orang yang tinggal dalam gedung kelolaan kami. Sehingga memotivasi kami untuk selalu berusaha bagaimana para penghuni kita itu aman. Karena itu, ICM terus menggali kekurangan dan memperbaikinya. Setelah kita temukan solusinya, lalu ditularkan ke gedung-gedung lain di bawah kelolaan ICM, sehingga kita punya SOS ketat yang berlaku di semua Gedung,” paparnya.

ICM secara rutin mengadakan training-training, bekerja sama dengan beberapa instansi terkait, untuk menambah pengetahui dan keahlian SDM-nya. Juga ada mengecekan Safety building system berkala, inspeksi rutin, hingga ada general evacuation 6 bulan sekali.

“Dalam pelaksanaan general evacuation, kami bekerja sama dengan para penghuni gedung. Di situlah kita harapkan dapat menguji kesiapan sistem yang ada dalam gedung itu. Semua sistem kita cek dan dicoba. Kita buat simulasi seolah-olah terjadi kebarakan sebenarnya,” pungkas Encep. (dbs)

Loading...

loading...

Feeds