Lahan Pertanian Menyusut, Generasi Milenial Ogah Jadi Petani

Jajang (50) saat sedang bertani di Kawasan Citereup, Kota Cimahi.

AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

Jajang (50) saat sedang bertani di Kawasan Citereup, Kota Cimahi. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ketersediaan lahan pertanian yang terus menyusut, membuat minimnya minat anak muda menjadi petani di Kota Cimahi.


Seperti diungkapkan petani sayur asal Citeureup Kota Cimahi,Jajang (50), ia kesulitan menurunkan bisnis pertaniannya ke anak dan cucunya. Pasalnya menjadi petani di Kota Cimahi, kalah bergengsi dengan buruh pabrik.

“Anak saya tidak mau meneruskan bisnis pertanian, bagi anak saya masa depan petani di Cimahi kurang cerah di tengah lahan yang mulai sedikit,” paparnya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Pasang Wifi Gratis di 40 Taman Kota

Bagi Jajang pernyataan anaknya bisa dibenarkan, pasalnya saat ini pertanian sayur miliknya hanya menyewa tanah dan tinggal menunggu waktu dijual oleh pemiliknya.

“Saya sewa tanah dengan harga 3 juta per tahunnya, dengan perjanjian jika tanah ini sewaktu-waktu ada yang beli. Kami harus rela berhenti bertani dan dikembalikan uang sisa sewanya,”tutur Jajang.

Melihat mulai beralih fungsinya lahan pertanian, Jajang berharap Dinas Pangan Dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, memiliki solusi atas permasalahan petani.

“Karena ini menyangkut masa depan kami petani di Cimahi, saya berharap ada solusinya” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Asnadi Junaidi, berupaya untuk mempertahankan lahan pertanian di kota Cimahi, melalui kegiatan Luas Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Melalui LP2B yang tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Cimahi. Harapannya lahan tersisa itu tidak dialihfungsikan,” ucapnya.

Bagi Asnadi, potensi tani selama ini didukung oleh 27 kelompok tani yg membudidayakan padi dan tanaman hortikultura. Dalam luas lahan sawah 136 hektar dan luas lahan kebun 186 hektar.

“Meski Kota Cimahi belum mempunyai komoditas unggulan, beberapa komoditas yg dibudidayakan selain padi adalah sawi hijau, kangkung, labu menjadi potensi yang bisa dikembangkan,” paparnya.

Guna menanggulangi minimnya anak muda yang ingin menjadi petani, Asnadi mengatakan kedepannya Dispangtan berupaya mengedukasi petani muda di Cimahi, untuk memanfaatkan teknologi dalam budidaya bertani.

“Dispangtan memberikan kesempatan seluas luasnya kepada petani muda, untuk mendaftarkan diri mengikuti program petani milenial yg digulirkan oleh Gubernur Jawa Barat,”pungkasnya.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds