Tingkatkan Konsumsi Ikan, Pemkot Cimahi Adakan Lomba Masakan Berbahan Ikan

Plt Wallikota Ngatiyana mencicipi olahan makanan ikan lele, yang dibuat oleh Kelurahan Citeureup. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

Plt Wallikota Ngatiyana mencicipi olahan makanan ikan lele, yang dibuat oleh Kelurahan Citeureup. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan di Kota Cimahi, Dinas pangan dan pertanian (Dispangtan) Kota cimahi. Mengadakan lomba diversifikasi olahan ikan tingkat kota cimahi. Bertempat di Gedung B kantor Pemerintah Kota Cimahi.


Kepala dinas Dispangtan, Asnadi junaedi mengatakan masyarakat Kota Cimahi masih terbilang rendah dalam mengkonsumsi ikan, angka konsumsi ikan di cimahi masih dibawah standar Jawa Barat.

“Konsumsi ikan di Kota Cimahi masih dibawah standar Provinsi Jawa Barat. Tapi kita terus melakukan upaya, salah satunya lomba diversifikasi olahan ikan tingkat Kota Cimahi tahun 2022 , dan upaya-upaya lain untuk menggerakkan, dan memasyarakatkan makan ikan,” ucapnya.

BACA JUGA: Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik Cimahi Diprediksi Rampung Akhir Tahun Ini

Ia menjelaskan kegiatan lomba ini diikuti oleh 15 perwakilan Kelurahan Se-Kota Cimahi, dimana setiap peserta diperbolehkan membuat olahan makanan yang berbahan ikan.

“Dari kelima belas peserta, nantinya dipilih juaranya dilihat dari tiga aspek, penyajian, cita rasa dan aman dikonsumsi. Dari kriteria tersebut terpilih juara pertamanya adalah Kelurahan Citeureup yang menyajikan sajian olahan lele,”ucapnya.

Sementara itu Asnadi mengatakan lomba diversifikasi olahan ikan tingkat Kota Cimahi, juga rangkaian menuju menyambut ulang tahun Kota yang ke-21.

“Kita berharap dari lomba ini akan merubah mindset masyarakat, tidak hanya untuk mengolah ikan yang baik, tetapi juga bagaimana pengolahan ikan bisa menjadi potensi UMKM warga,” paparnya.

Menyambut lomba yang diadakan Dispangtan Kota Cimahi, salah satu peserta asal Citeureup, Novilia, mengatakan lomba ini bisa merangsang daya kreatifitas dan rasa suka terhadap ikan.

“Sebagai peserta alhamdulillah bisa mengikuti lomba ini , kita bisa eksperimen potensi ikan lokal dari Citeureup,” paparnya.

Asnadi menjelaskan jika inovasi pengelolaan ikan lele yang dibuatnya berawal dari banyaknya peternak lele di Citeureup.

“Di Citeureup banyak budidaya lele, biasanya jadi pecel lele saja, pada lomba ini kita jadi produk yang beda. Dengan membuat keripik lele, bolu lele dan baso aci lele,” ucapnya (15/6).

Ia berharap jika produk yang dibuatnya bisa memiliki nilai jual, sehingga bisa ia kembangkan setelah mengikuti perlombaan.

“Kalau dilihat banyak yang suka dengan olahan ini, semoga bisa membuat masyarakat suka mengkonsumsi ikan. Lalu kedepanya semoga produk ini bisa kita lanjutkan untuk inovasi makanan dari Citeureup,” paparnya.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds