Petani di Cimahi Khawatir Hilangnya Lahan untuk Bertani

ILUSTRASI: Lahan pertanian di kota Cimahi yang semakin menipis membuat petani khawatir. 
AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

ILUSTRASI: Lahan pertanian di kota Cimahi yang semakin menipis membuat petani khawatir. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Petani di Cimahi khawatir lahan pertaniannya sewaktu-waktu berubah menjadi kawasan perumahaan. Hal itu dilihat dari banyaknya lahan pertanian dan perkebunan di Kota Cimahi, yang berubah menjadi kawasan perumahan.


Menurut seorang petani sayur di Citeureup, Kota Cimahi, Jajang (50), mengatakan petani sayur di Citeureup akan hilang, jika lahan pertanian sewaan mereka dijual oleh pemilik.

“Kami inikan tidak punya tanah, jadi sistemnya sewa tanah untuk bertani. Sudah 20 tahun menjadi petani, kalau lihat beberapa daerah yang lain, semakin sulit jadi petani di Kota Cimahi karena lahan semakin sedikit,” paparnya, Senin (13/6/2022).

BACA JUGA:  Walikota Bandung, Yana Mulyana Datangi Gedung Pakuan

Pasalnya menurut Jajang, kawasan pertaniannya kini tinggal menunggu kabar pemilik baru, yang akan merubah kawasan pertanian tersebut menjadi perumahan.

“Kami bertani disini sistem kontrak lahan, pertahunnya tiga juta per lima puluh tumbak. Dalam kontrak kesepakatan dengan pemilik, jika belum sampai setahun sudah ada yang beli lahan. Maka dikembalikan sisa uang sewa dan hilanglah lahan kami,” ucap Ujang.Ditengah simpang siur kabar pindahnya lahan pertanian, Jajang mengatakan melonjaknya harga pupuk mempengaruhi pengeluaran uang saat bertani.

“Dari 16 ribu kini harganya 20 ribu pupuk MPK, meski ada subsidi dari pemerintah terkadang akses mendapatkannya yang sulit,” ucapnya.

BACA JUGA: Jenazah Emmeril Tiba di Area Pemakaman Keluarga di Cimaung

ia menjelaskan kini nasib petani di Kota Cimahi tinggal menunggu waktu menghilang. Pasalnya selain lahan yang sedikit, generasi muda sudah tidak mau bertani.

“Sekarang kita lihat Cimahi itu padat perumahan, pertanian makin menipis. Yang muda udah ngga mau jadi petani, banyaknya ingin kerja pabrik. Tinggal menunggu waktu tidak ada petani di Cimahi,” jelasnya.

Jajang berharap pemerintah bisa memberikan solusi, atas permasalahan krisis mahalnya pupuk beserta makin sedikitnya lahan pertanian di kota Cimahi.

“Setidaknya pemerintah harus bisa memberikan keringanan kami untuk mendapatkan pupuk murah, lebih jauhnya harus ada penyuluhan untuk mencari solusi bertani dalam keadaan kota yang padat,” pungkasnya.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds