Ini Nih Penyebab Harga Hewan Kurban Jadi Mahal!

SUASANA: Odang Wahidin pemilik peternakan Sapi dan Kambing Putra Sariwangi. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

SUASANA: Odang Wahidin pemilik peternakan Sapi dan Kambing Putra Sariwangi. AGUNG EKO SUTRISNO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda hewan peternak sapi dan domba di Kabupaten Bandung Barat, membuat harga ternak menjelang Idul Adha semakin mahal.


Pemilik peternakan Putra Siariwangi, Odang Wahidin mengatakan, sempat cemas karena selama sebulan terakhir, terdapat 10 sapi yang terpapar PMK di kandangnya di Jl. Sariwangi Selatan Kabupaten Bandung Barat.

“Sekarang Alhamdulillah sudah sembuh, yang tadinya kotorannya basah sekarang sudah kering biasa, selain ada pengontrolan dari pemerintah. Saya juga coba tangani sendiri juga dengan memberikan ramuan jamu,” ujar Odang.

BACA JUGA:  Petani di Cimahi Khawatir Hilangnya Lahan untuk Bertani

Selama 22 tahun menjalankan bisnis ternak, Odang menjelaskan hanya virus PMK yang cepat menyebabkan hewan ternaknya terjangkit penyakit.

“Jika melihat peternak lain tidak jarang sapi yang terjangkit PMK mati, atau harus di potong paksa karena virus tersebut. Virus ini merepotkan peternak menghadapi idul adha, karena ada pengeluaran tambahan untuk asupan jamu atau vaksin,” paparnya.

Menjelang Idul Adha pada 9 Juli 2022, Adang mengatakan efek dari penyakit PMK adalah naiknya harga hewan ternak.

” Sapi yang biasanya harga 19 juta naik menjadi 21 juta per ekor, sedangkan kambing dari harga 2 juta sekarang naik menjadi 2,5 juta, hal ini disebabkan karena langkanya hewan ternak,” ucap Odang.

Naiknya harga ternak menjelang Idul Adha efek dari PMK, bagi Odang tidak membuat lesunya jumlah peminat hewan kurban.

“Sekarang saja sudah ada 15 sapi yang dipesan dan tinggal saya kirim ke Banten, Alhamdulillah PMK tidak berpengaruh kepada membeli hewan kurban. Banyaknya permintaan ditengah kurangnya barang, nah ini yang membuat harganya naik,” ujarnya.

ia menambahkan jika selama perayaan Idul Adha, keuntungan yang bisa di dapatkan sekitar 100 juta dari hewan kurban. Untuk Idul Adha tahun ini 100 Kambing dan 14 Sapi dipersiapkannya untuk diperjualbelikan.

“Dengan adanya PMK mencari tambahan hewan kurban adalah salah satu kesulitan. Untuk penjual hewan kurban musiman kendalanya harus meminta izin dari dinas. Semoga saja cepat berlalu penyakit ini, sehingga normal kembali peternak berjualan,” pungkasnya.

(cr3)

 

Loading...

loading...

Feeds