PMK di Pangalengan Tembus 1000, Peternak Meminta Vaksin

POJOKBANDUNG.com, PANGALENGAN – Penularan Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK kian hari kian meluas. Hal ini membuat para peternak semakin waswas. Mereka menilai situasi saat ini telah menunjukkan sinyal bahaya dan diperlukan perhatian yang lebih serius.


“Hari ini tembus 1000 ekor laporan kasus PMK di Pangalengan. Kami sudah berusaha semampu kami. Peternak kami menangis,” Kata Liedzikri dalam cuitannya di akun twitter @pernahmerasa, Minggu (5/6) lalu.

Kejadian tersebut menghantui para peternak sapi karena menyebabkan kerugian yang sangat besar. Dzikri mengatakan para peternak panik ketika satu persatu sapi mereka mati.

“Padahal menurut literatur, tingkat mortalitas virus PMK menyerang 1 sampai 5 persen,” katanya saat di temui belum lama ini.

BACA JUGA: Polisi Keluarkan Izin Turnamen Piala Presiden 2022 di Stadion GBLA Bandung

“Jadi sebenarnya hampir sama semua kejadiannya, misalnya hari ini kita liat mulai membaik, udah mau makan, udah minum, tapi tiba-tiba ambruk,” lanjut Dzikri.

Berdasar dari literatur yang ada, ia menjelaskan virus PMK menyerang jantung dan paru-paru, oleh karena itu sampai saat ini Dzikri dan timnya menduga sapi-sapi ternak yang ambruk dan mati karena gagal jantung akibat terserang virus tersebut.

“Jadi kalau dilihat itu, rata-rata sama jantungnya ada peradangan mengalami Kongesti (penumpukan) dan Edema (pembengkakan),” jelasnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) PMK Koperasi Peternakan Bandung Selatan, drh. Asep Rahmat mengatakan sudah ada 1.194 ekor sapi anggotanya yang terpapar.

“Yang pasti tiap hari ada yang mati. Sekarang kami hanya berusaha melakukan penanganan, kita beli obat-obatan, dan vitamin,” ujar Asep saat di temui di Kantor KPBS Pangalengan, Selasa (7/6).

“Kita juga berharap agar dari pemerintah segera membagikan vaksin, karena untuk saat ini vaksin yang paling penting, kan ga ada obatnya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Riset Dinkes Kota Bandung: Anak Muda Rentan Kena Hipertensi

Sementara itu menurut Asep, Stamping Out (pemusnahan massal) tidak meumbgkinkan untuk dilakukan. Mengingat anggaran yang ada terbatas dan lebih lagi virus PMK sudah menyebar luas.

Hal itu pun membuat banyak peternak khawatir, pasalnya karena kejadian itu, produksi susu yang menjadi mata pencaharian mereka kini mengalami penurunan secara drastis.

“Biasanya satu sapi itu, bisa ada 10 sampai 12 liter per hari, tapi karena virus ini ya ga ada, paling ada keluar 1 liter paling banyak 3 liter. Apalagi kalau sapinya udah mati, udah ga ada apa-apa,” ujar salah seorang peternak, Maman Kusmawan, di Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan.

Oleh karena itu ia berharap segera ada penanganan serius dari pemerintah, terutama melakukan vaksinasi secepat mungkin, agar populasi sapi perah di Pangelengan tak habis begitu saja dan membuat perekonomian masyarakat lumpuh.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds