60 Persen Kebakaran Listrik di Cimahi Akibat Korsleting Listrik

POJOKBANDUNG.co, CIMAHI – Selama bulan mei pemadam kebakaran Kota Cimahi, telah mencatat sebanyak tiga kasus kebakaran terjadi diakibatkan oleh korsleting listrik.


Menurut Kepala Bidang (Kabid) Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Uus Supriyadi mengatakan, 60 persen kebakaran yang terjadi di Kota Cimahi diakibatkan korsleting listrik.

“Di Cimahi kebakaran banyak diakibatkan oleh kelalaian manusia dibanding faktor alam. Selain karena korsleting listrik, kebakaran terjadi akibat tabung gas bocor, dan sisa bakar-bakaran,”tutur Uus, Kamis (2/6).

BACA JUGA: KPU Kabupaten Bandung Ajukan Anggaran Rp 183 M untuk Pilkada 2024

Ia menjelaskan tuntutan kebutuhan listrik masyarakat yang tinggi, tidak dibarengi dengan kesadaran keamanan menggunakan listrik, sehingga maraknya kasus kebakaran di Kota Cimahi.

“Ditengah kebutuhan penggunaan listrik tinggi, masyarakat terkadang lalai memakai steker yang bukan standarnya, lalu instalasi listrik yang diakali oleh warga agar murah, membuat mudah terjadi kebakaran,”tuturnya.

Menilik tata Kota Cimahi, yang memiliki banyak kampung padat penduduk. Uus mengatakan Jika potensi kebakaran di Kota Cimahi tinggi mencapai 60 persen.

“Kawasan perindustrian yang disekitarnya banyak kampung padat, biasanya berpotensi lebih terjadi kebakaran. Jika masyarakat abai terhadap keamanan memakai listrik, potensial terjadi kebakaran besar,” ucap Uus.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Tegaskan Zona Merah Harus Bersih PKL

Menyikapi potensi besar kebakaran di Kota Cimahi, Uus mengatakan jika kemungkinan kebakaran bisa dihindari. Dengan upaya masyarakat mengikuti pelatihan Masyarakat Siaga Kebakaran (magakar), yang selama pandemi belum terlaksana.

“Meminimalisir potensi besarnya kebakaran masyarakat jangan khawatir, karena bisa ditangani sendiri sebelum menjadi api besar, dengan magakar. Kita siap fasilitasi, agar warga bisa meminimalisir besarnya kebakaran,”tuturnya.

Uus menghimbau warga untuk bijak dalam menggunakan listrik dengan keamanannya.

“Jangan mengutak-atik instalasi listrik demi hemat, malah merugi nantinya. Dikontrol berkala kekuatan alat elektronik yang menggunakan steker bersamaan, serta perhatikan kabel listrik efek tiikus yang menggerogoti,”pungkasnya.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds