Perusahaan di Kota Bandung Paling Banyak Belum Bayar THR 2022

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 217 perusahaan di Kota Bandung belum membayarkan hak Tunjangan Hari Raya (THR) 2022 kepada pekerja atayu buruh. Jumlah tersebut membuat perusahaan di kota Bandung menjadi yang paling banyak belum membayarkan hak Tunjangan Hari Raya (THR) 2022.


Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menyatakan bahwa perusahaan di Kota Bandung paling banyak belum membayarkan hak Tunjangan Hari Raya (THR) 2022.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Disnakertrans Jabar, Deni Rahayu mengatakan, dari aduan buruh atau pegawai soal pembayaran THR, tim menemukan aduan terbanyak dari perusahaan di Kota Bandung.

“Paling banyak Kota Bandung ada 217 perusahaan. Itu banyak. THR Ini kewajiban perusahaan dan itu hak pegawai yang diberikan setiap hari besar keagamaan,” ujar Deni

BACA JUGA: Disnakertrans Kirim Surat Peringatan ke 8 Perusahaan di Jabar Akibat Belum Bayar THR 2020

Sebelumnya, Deni menjelaskan berdasarkan data terakhir yang diterima ada 367 laporan soal belum dibayarkannya hak THR 2022 pada buruh oleh perusahaan. Sebanyak 344 diadukan secara online, dan 23 melalui posko aduan.

“Kami tindak lanjuti semua, dan sudah ada 8 kasih nota pemeriksaan 1 dan sisanya kami proses. Disnakertrans akan melihat sejauh mana kemampuan perusahaan, dan nanti kami kasih pemeriksaan lagi kalau pemeriksaan pertama tidak dipatuhi,” ungkapnya.

Meski begitu, Deni mengungkapkan bahwa Disnakertrans Jabar sudah memantau 1.614 perusahaan untuk ketertiban membayangkan hak THR 2022 pada buruh. Adapun sosialisasi kewajiban perusahaan membayar THR sudah dilakukan setelah surat turunnya surat dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

“Kita tangani melalui pendekatan dan kita tidak bisa langsung beri sanksi. Karena sebenarnya itu urusan rumah tangga, cuma negara memantau jangan samapai hak tidak terbayarkan dan kami monitoring sesuai imbauan gubernur,” ungkapnya.

Disinggung soal perusahaan yang membayar THR 2022 dengan cara dicicil. Deni menjelaskan bahwa hal itu tetap bisa dilaporkan dan penindakannya harus melalui kajian tim terlebih dahulu. Namun, menurutnya, hak THR harua tetap dibayarkan oleh, perusahaan.

“Soal THR dicicil dibutuhkan transparansi dari perusahaan. Kalau terdampak covid berarti masih berlaku Permenaker 104 dan ini dibicarakan dengan buruh dan pekerja. Jangan samapai hak tidak terbayarkan. Jadi harus dibayar secara penuh,” kata dia.

Kemudian, Rahmat Taufik Garsadi, Kepala Disnakertrans Jabar juga mengatakan bahwa ada 341 perusahaan yang belum membayar THR Lebaran 2022.

“Sebanyak 341 itu kami sedang proses, teman pengawas langsung ke lapangan untuk periksa apakah memang ada pelanggan dan harus sosialisasilan kita lakukan dua hari ini sesuai dengan SE Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” ujar Taufik.

Dari 341 perusahaan yang belum membayar THR 2022 mayoritas dari sektor padat karya. Taufik memastikan semua aturan dari kementrian akan diterapkan secara maksimal, mulai dari teguran secara bertahap dan penyegelan mesin produksi. Namun, semuanya akan tetap melalui bipartit terlebih dahulu.

“Ini progres penanganan terus jalan, Pemprov pastikan semua penanganan berjalan maksimal sesuai aturan yang berlaku,” kata dia.

Loading...

loading...

Feeds