Pangsa Pasar Industri Fashion Muslim Masih Luas, Deenay Siap Optimalkan Potensi

Ia bersyukur bahwa kasus pandemi sudah mulai melandai. 60 karyawan dan 130 reseller bisa dia jaga. Hubungan yang dijalin pun lebih pada pendekatan kekeluargaan. Salah satu caranya adalah mengadakan pertemuan setahun sekali, sekaligus memberi apresiasi berupa memberi beragam hadiah hingga jalan-jalan ke luar negeri kepada mereka.


“Kuncinya ya kami sudah anggap keluarga semua yang berperan. Apalagi reseller ini kan sangat penting karena berhubungan langsung dengan end user. Ini mungkin bisa diterapkan oleh pelaku usaha lain,” terang dia.

“Setelah pandemi menurun, kami optimits kegiatan bisa kembali normal. Hal yang akan dilakukan adalah terus menjaga sistem penjualan di online maupun offline. Offline seperti toko ini penting juga untuk menjaga image brand. Insya allah kami akan menambah outlet. Sekarang sudah ada lima di Jakarta satu, sisanya di Bandung,” ia melanjutkan.

Menurut dia, pasar industri fashion muslim masih sangat luas. Ia sendiri baru bisa memaksimalkan area pulau Jawa. Sedangkan potensinya sangat besar pula di pulau lain. Trini pun mengajak pelaku usaha di industri yang sama agar terus optimistis.

“Kami pasar banyak di Pulai Jawa. Tapi potensinya masih banyak, di pulau lain sama, di luar negeri juga apalagi. Brunei, Malaysia, Dubai marketnya besar, peluangnya masih banyak, Indonesia juga belum kita garap semua,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Jabar, Lina Marlina Ruzhan menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen membantu pelaku UMKM, termasuk pelaku bisnis fashion mengembangkan bisnisnya. “Kami memberikan peluang, untuk memberikan pelatihan terus juga memberikan ruang untuk mereka memamerkan produknya. Para pelaku usaha harus harus berani membuka diri, berani menjawab tantangan, mau berinovasi,” pungkasnya. (dbs)

Loading...

loading...

Feeds

Is Paperial Legit?

If you are looking for a writing service that will give you custom written papers at reasonable costs, Paperial might …