Disnakertrans Kirim Surat Peringatan ke 8 Perusahaan di Jabar Akibat Belum Bayar THR 2020

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) mengirimkan surat peringatan I pada delapan perusahaan yang ada di Jawa Barat. Surat tersebut diberikan akibat sejumlah perusahaan tersebut belum memenuhi hak Tunjangan Hari Raya (THR) 2022 pada buruh.


Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Disnakertrans Jabar, Deni Rahayu mengatakan, berdasarkan data terakhir yang diterima ada 367 laporan soal belum dibayarkannya hak THR 2022 pada buruh oleh perusahaan. Sebanyak 344 diadukan secara online, dan 23 melalui posko aduan.

“Kita tindak lanjuti semua, dan sudah ada delapan kasih nota pemeriksaan satu dan sisanya kita proses. Disnakertrans akan melihat sejauh mana kemampuan perusahaan, dan nanti kita kasih pemeriksaan lagi kalau pemeriksaan pertama tidak dipatuhi,” ujar Deni.

Meski begitu, Deni mengungkapkan bahwa Disnakertrans Jabar sudah memantau 1.614 perusahaan untuk ketertiban membayangkan hak THR 2022 pada buruh. Adapun sosialisasi kewajiban perusahaan membayar THR sudah dilakukan setelah surat turunnya surat dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

“Kita tangani melalui pendekatan dan kita tidak bisa langsung beri sanksi. Karena sebenarnya itu urusan rumah tangga, cuma negara memantau jangan samapai hak tidak terbayarkan dan kami monitoring sesuai imbauan gubernur,” ungkapnya.

Disinggung soal perusahaan yang membayar THR 2022 dengan cara dicicil. Deni menjelaskan bahwa hal itu tetap bisa dilaporkan dan penindakannya harus melalui kajian tim terlebih dahulu. Namun, menurutnya, hak THR harua tetap dibayarkan oleh, perusahaan.

“Soal THR dicicil dibutuhkan transparansi dari perusahaan. Kalau terdampak covid berarti masih berlaku Permenaker 104 dan ini dibicarakan dengan buruh dan pekerja. Jangan samapai hak tidak terbayarkan. Jadi harus dibayar secara penuh,” kata dia.

Sebelumnya, Rahmat Taufik Garsadi, Kepala Disnakertrans Jabar mengatakan bahwa ada 341 perusahaan yang belum membayar THR Lebaran 2022.

“Sebanyak 341 itu kami sedang proses, teman pengawas langsung ke lapangan untuk periksa apakah memang ada pelanggan dan harus sosialisasilan kita lakukan dua hari ini sesuai dengan SE Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” ujar Taufik.

Dari 341 perusahaan yang belum membayar THR 2022 mayoritas dari sektor padat karya kayak. Taufik memastikan semua aturan dari kementrian akan diterapkan secara maksimal, mulai dari teguran secara bertahap dan penyegelan mesin produksi. Namun, semuanya akan tetap melalui bipartit terlebih dahulu.

“Ini progres penanganan terus jalan, Pemprov pstikan semua penanganan berjalan maksimal sesuai aturan yang berlaku,” kata dia.

BACA JUGA: Bersama Bupati Bandung dan Serikat Pekerja, BPJAMSOSTEK Bandung Soekarno Hatta Peringati May Day 2022

Loading...

loading...

Feeds