Kunjungan Wisatawan di Jabar Melonjak, tapi Ada Evaluasi

ILUSTRASI: Wisatawan saat mengunjungi tempat Wisata di Floting market Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Wisatawan saat mengunjungi tempat Wisata di Floting market Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com. BANDUNG- Selama libur Lebaran 2022 terjadi lonjakan kunjungan wisatawan lokal pada obyek wisata favorit di Jawa Barat tanpa diikuti kasus Covid-19. Hanya saja, ada beberapa evaluasi yang harus dibenahi, salah satunya mengurai kemacetan.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Benny Bahctiar mengatakan di momen libur Lebaran, rata-rata kunjungan wisatawan ke destinasi di Jabar mencapai 84,7 persen. Angka itu merupakan akumulasi dari daerah dengan kunjungan wisata yang tinggi dan rendah.

Beberapa tempat yang menjadi pilihan tertinggi adalah Pantai Pangandaran dan Kebun Raya Bogor. Hal itu berpengaruh signifikan pada tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen. Dengan tren positif itu, pihaknya menargetkan tahun ini kunjungan wisatawan lokal ke Jabar dapat mencapai 40 juta jiwa setelah dua tahun akibat pandemi COVID-19.

“Pada 2019 ada 62 juta wisatawan, tahun 2020 turun menjadi 18 juta, kemudian tahun 2021 naik 28 juta, dan tahun 2022 ditargetkan kunjungan wisatawan lokal mencapai 40 juta orang,” ucap dia, Selasa (24/5). “Rata-rata kenaikan kunjungan wisata saat libur lebaran itu 84,7 persen. Karena ada daerah yang sangat tinggi dan rendah. Untuk yang favorit bisa mencapai 175 persen,” tambahnya.

Di sisi lain, ia bersyukur paska lebaran angka Covid-19 di Jabar masih bisa dikendalikan, dimana angka positif terpantau rendah. Menurutnya tingginya warga yang sudah divaksinasi membuat Covid-19 terkendali meski protokol kesehatan kendur.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jabar, dr. Raden Vini Adiani Dewi menyatakan belum ada tanda-tanda peningkatan kasus Covid-19 setelah libur lebaran kemarin. Kasus COVID-19 di Jabar masih dalam tahap aman, namun tetap dalam pengawasan. Pasalnya, di beberapa negara sempat ada lonjakan kasus, contohnya di Inggris dan Tiongkok.

Vini berharap, dalam enam bulan kasus COVID-19 di Jabar tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga, bisa melewati fase rekomendasi endemik dari WHO dan bisa langsung disampaikan pada pemerintah pusat untuk dikaji kembali. “Tadi memang ada aturan endemik yang mengharuskan enam bulan berturut-turut tidak ada peningkatan kasus COVID-19. Setelah itu kita tunggu keputusan pemerintahan pusat dan WHO,” kata dia.

Evaluasi Penataan Jalur di Objek Wisata

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat (Jabar) menyatakan kebijakan yang harus segera diambil pasca libur lebaran kemarin adalah pembenahan atau penataan jalur di objek-objek wisata.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Jabar, Agus Pribadi mengatakan beberapa jalur menuju objek wisata mengalami kemacetan parah. Salah satunya adalah kawasan Pantai Pangandaran yang merupakan destinasi favorit masyarakat.

“Untuk Kabupaten Pangandaran kami akan berkolaborasi agar bagaimana caranya untuk menata atau mengatur sirkulasi arus lalu lintas di kawasan Pangandaran. Kemudian, di tempat wisata seperti Pelabuhan Ratu, kawasan puncak, termasuk Lembang, ciwidey, dan lainnya,” ungkapnya.

Dishub Jabar telah mencatatkan banyak bahan evaluasi dari libur Lebaran 2022. Agus mengatakan, pembenahan akan terus dilakukan untuk menyambut beberapa hari libur besar seperti natal dan tahun baru 2023. (dbs)

Loading...

loading...

Feeds