Pedagang Masker di Bandung Mulai Gulung Tikar

FOTO: Dedi penjual masker pasar Nanjung, Jl. Nanjung Kecamatan Margaasih, Kota Bandung.

Agung Eko Sutrisno/RADAR BANDUNG

FOTO: Dedi penjual masker pasar Nanjung, Jl. Nanjung Kecamatan Margaasih, Kota Bandung. Agung Eko Sutrisno/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah Presiden Jokowi mengizinkan melepas masker di ruang publik, akhirnya banyak pedagang masker yang berjualan dipinggir jalan mulai merasakan langsung imbasnya hingga gulung tikar.


Salah satu pedagang Masker di pasar Nanjung Jl. Nanjung Kecamatan Margaasih, Kota Bandung, Dedi mengatakan jika biasanya di pasar Nanjung terdapat sepuluh pedagang masker yang berjualan. Namun pada hari Kamis 19 Mei 2022, hanya tinggal dirinya yang masih menjual masker.

“Setelah diperbolehkannya tidak menggunakan masker, banyak pedagang mulai mengganti produk jualannya. Ada yang jual aksesoris, jam tangan, hingga tisu menyiasati pendapatan ekonomi, dikarenakan mulai sepinya pembeli masker,” ucapnya.(19/5)

BACA JUGA: Pemkab Bandung Barat Siap Gelontorkan Bonus bagi Atlet Penerima Medali Sea Games

Ia menjelaskan jika keuntungan menjual masker kini turun 90 persen. Jika di hari biasanya bisa mendapatkan keuntungan 200 ribu perhari, kini hanya mendapatkan 20 ribu saja.

“Jelas pendapatan turunnya sangat jauh, dari sebelum diperbolehkan membuka masker. Namun masih ada yang beli masker walau tidak banyak seperti pelajar atau pengendara motor, untuk keperluan dijalan saja,” ucapnya.

Bisnis menjual masker yang sebelumnya laris peminat, membuat Dedi menyiapkan stok barang sekitar 40 dus perbulannya. Kini stok tersebut menjadi pekerjaan rumah baginya, untuk menjual ke masyarakat.

“Kalau dihitung dari toko Yang ada, saya rugi sekitar 1 juta. Tapi ini masih kecil dibandingkan yang lain, ada yang rugi sampai 5 juta karena distributor biasanya,” tambahnya.

BACA JUGA: Harapan Pedagang Ditengah Proses Lelang Stadion GBLA Bandung

Menyiasati jumlah stok masker yang masih melimpah belum terjual, Dedi dan beberapa pedagang akan melakukan diskon besar-besaran, untuk memikat pembeli.

“Nanti kita akan diskon harga masker, tapi menunggu kesepakatan pedagang yang lain biar satu suara. Walaupun untungnya kecil yang penting tidak terlalu merugi,” ujarnya.

Meski bisnis maskernya merugi, Dedi mengatakan bersyukur dengan mulai diperbolehkannya membuka masker.

“Alhamdulillah bersyukur juga walau merugi, artinya kesehatan sudah mulai membaik di Indonesia. Setidaknya itu hikmahnya,” pungkasnya.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds