Sekolah Ambruk, Guru Patungan Satu Juta Perbaiki Bangunan

SUASANA: Kondisi sekolah yang rentan ambruk di Cipeunduy, Kabupaten Bandung Barat. AGUNG EKO SUTRISNO/ RADAR BANDUNG

SUASANA: Kondisi sekolah yang rentan ambruk di Cipeunduy, Kabupaten Bandung Barat. AGUNG EKO SUTRISNO/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIPEUNDEUY – Ambruknya bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sinar Saluyu akibat hujan dan longsor membuat sejumlah guru mengumpulkan uang pribadi untuk memperbaiki sekolah.


Hal itu terjadi seminggu setelah longsor yang mengakibatkan, ambruknya bangunan Sekolah di Kampung Cipeundeuy RT 03 RW 04 Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sejumlah Guru SDN Sinar Saluyu melakukan patungan, demi menyelamatkan bangunan dari ambruk susulan.

Curah hujan yang tinggi seminggu terakhir, membuat bangunan SDN Sinar Saluyu ambruk, satu kelas lantainya menurun, ruang perpustakaan dindingnya retak, dan tembok pagar yang tingginya dua meter ambruk menutup jalan warga, akibat longsor pada pukul 16:30 WIB, rabu 11 mei 2022.

Kepala sekolah SDN Sinar Saluyu, Agus Sudana mengatakan selama seminggu terakhir merasa ketakutan terjadi longsor susulan. Dimana dampaknya bisa merusak sekolah, dan satu rumah warga yang terancam terkena longsor.

“Selama seminggu ini guru melakukan piket menginap, untuk memantau sekolah takut terjadinya longsor susulan. Karena sisa ambruk dari longsor kemarin belum diperbaiki, sehingga kami takut jika terjadi longsor susulan yang akan membuat satu kelas hancur,” ujarnya Rabu (18/5)

Agus menjelaskan mengantisipasi bangunan yang rusak, guru SDN Sinar Saluyu melakukan patungan uang, senilai satu juta rupiah per guru. Dari patungan tersebut sekarang terkumpul sembilan juta, yang habis untuk membeli bahan bangunan saja. Jika dihitung seluruh perbaikan kerusakan membutuhkan 70 juta rupiah.

“Karena belum ada bantuan yang diterima, sehingga kita gotong royong antara guru yang patungan satu juta, dan orang tua murid yang menjadi tukang bangunan dengan upah sekadarnya,” ucapnya.

Agus menambahkan jika dirinya masih memiliki hutang ke pihak toko bangunan, akibat uang patungan yang tidak mencukupi pembelian material pembetulan kerusakan sekolah.

“Material bangunan yang belum cukup, membuat kita harus berhutang ke pihak toko dan menjamin akan membayar bulan juni, menunggu gaji guru berikutnya. ya beginilah menyiasati perbaikan sekolah, dengan semangat gotong royong saja,” ucapnya.

Agus sebagai kepala sekolah mengharapkan tindakan yang sigap, dari pihak pemerintahan untuk membantu perbaikan sekolah.

“Saya berharap segera ada bantuan dari pemerintah, karena jika terlalu lama takut terjadi kerusakan yang parah dan memakan korban jiwa,” pungkasnya.

(cr3)

BACA JUGA: Pemkab Bandung Barat Siap Gelontorkan Bonus bagi Atlet Penerima Medali Sea Games

Loading...

loading...

Feeds