Waspada Kasus Wabah PMK Sudah Masuk di Jabar

Sapi Limousin: Terdapat puluhan sapi berjenis limousin di Peternakan milik Pak Temu, di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

Sapi Limousin: Terdapat puluhan sapi berjenis limousin di Peternakan milik Pak Temu, di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sudah menyebar di enam wilayah di Jawa Barat. Sebanyak enam wilayah yang sudah terdapat kasus PMK di antaranya Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Kuningan.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, Moh Arifin Soedjayana, mengatakan saat ini pemerintah tengah memaksimalkan pengobatan terhadap ratusan hewan yang tertular sembari menunggu vaksin khusus dari pemerintah pusat.

Total hewan yang tertuluar sebanyak 662 ekor hewan ternak jenis sapi potong, sapi perah, domba dan kambing. Dari jumlah tersebut sekira 200 ekor sudah dinyatakan sembuh. Sisanya ada yang mati, dipotong paksa dan dalam masa pengobatan.

“Yang mati jumlahnya sedikit. Kalau tingkat kesembuhan sudah di angka 30 persen. Treatmentnya kayak Covid-19. Kita pengobatan. Vaksin belum ada, nunggu dari kementerian. Tapi kita bersama pemerintah kabupaten kota melakukan disinfektan, memberikan vitamin, obat didistribusikan. Jadi, hewan yang bergejala diberikan vitamin,” ucap Moh Arifin Soedjayana, Selasa (17/5).

BACA JUGA: Antisipasi Hewan Kurban, Pemkab Bandung Lakukan Deteksi PMK

“Penyakit ini mematikan tapi hanya sedikit. Tingkat kesakitan juga tinggi. Tapi, kalau diobati dan dikasih vitamin akan segera sembuh. Kan yang tertular itu bisa kelihatannya hewannya tidak mau makan,” ia melanjutkan.

Saat ini, ia memaksimalkan obat dan vitamin reguler yang stoknya terus menipis meski sudah ada pengiriman dari pihak kementerian. Langkah terdekat adalah meminta dana Belanja Tak Terduga (BTT) segera cair.

“Tadi minta arahan ke gubernur agar dana BTT bisa cair, untuk monitoring ke lapangan, lalu dokter hewan kunjungan ke lapangan, untuk obat, vitamin dan operasional dengan instansi terkait seperti polda atau polres setempat supaya (hewan ternak) yang masuk ke Jabar clear dari sisi kesehatan,” ucap dia.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Akselerasi Penyerahan Aset Fasilitas Alun-Alun Bandung

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung terus mewaspadai wabah PMK, WaliKota Bandung, Yana Mulyana mengaku telah mengajukan vaksinasi hewan ke pemerintah pusat.

“Sebentar lagi kan Iduladha ya. Kita lagi berupaya untuk mengajukan vaksin hewan ke pemerintah pusat. Terlebih, kita tidak punya peternakan sendiri. Jadi, memang agak sulit untuk menutup jalur pengiriman dari luar kota,” ungkap Yana.

“Sapi saja dipotong 75 ekor per hari di rumah potong hewan. Kambing dan domba juga perlu kita vaksin. Ya, termasuk banyak jumlah yang dibutuhkan untuk vaksin hewan ini,” ujarnya.

Loading...

loading...

Feeds