Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana Angin Puting Beliung

Ilustrasi Cuaca

Ilustrasi Cuaca

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Waspada cuaca ekstrem saat musim peralihan atau pancaroba dari musim hujan ke kemarau. Pasalnya tingkat terjadinya bencana saat peralihan musim sangat tinggi.


Salah satu bencana alam yang kadang terjadi adalah Angin Puting Beliung. Durasinya memang singkat namun sangat mematikan dan bisa menghancur apa saja yang dilewatinya.

Yuli Yulianti, Staf Data dan Informasi BMKG Kota Bandung menuturkan Angin Puting Beliung terjadi karena dampak ikutan awan cumulonimbus. Hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya Puting Beliung.

“Angin Puting Beliung terjadi karena dampak pertumbuhan ikutan awan clomunimbus. Semakin tinggi puncak awan melebihi titik beku, suhu bisa mencapai -80°C hingga -90°C. Setelah itu dibawah awan akan terjadi pusatan angin yang ekornya akan menjadi puting beliung,” tuturnya.

BACA JUGA: Antisipasi Hewan Kurban, Pemkab Bandung Lakukan Deteksi PMK

Ia menjelaskan sesudah kejadian puting beliung biasanya akan terjadi hujan lebat sampai hujan es. Skalanya pun hanya lokal saja. Terjadinya pun hanya ditempat lapang dan dataran rendah.

“Biasanya sesudah puting beliung akan terjadi hujan es karena sudah melebihi titik beku. Namun hanya berdurasi singkat dan skalanya lokal saja. Kejadiannya di daratan rendah dan tanah lapang,” jelasnya.

Yuni mengatakan ciri kemungkinan terjadinya puting beliung. Jika menghitung Presentase masih sulit memprediksi terjadinya hal tersebut.

“Ciri – cirinya awan pertumbuhan seperti bunga kol, warnanya abu hingga hitam besar dan tinggi serta terasa sejuk disekitar awannya. Perlu diperhatikan jika seperti itu tidak selalu terjadi angin puting beliung, bisa saja angin kencang disertai hujan biasa atau es yang presentasi hujannya 90%. Sangat sulit memprediksi terjadi puting beliung, kami hanya memberi peringatatan dini akan hujan disertai angin kencang,” kata Yuni.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi jika melihat ciri – ciri tersebut. Untuk mengetahui laporan cuaca terkini cek di website dan sosmed BMKG.

“Antisipasi dimasyarakat, waspada jika ada indikasi terjadinya hujan lebat. Berteduh ditempat yang lebih aman jika rumahnya semi permanen. Untuk mengetahui cuaca peringatan dini dari BMKG bisa dari website dan sosmednya,” pungkasnya.

(cr2)

BACA JUGA: Pemkot Bandung Akselerasi Penyerahan Aset Fasilitas Alun-Alun Bandung

Loading...

loading...

Feeds