Antisipasi Hewan Kurban, Pemkab Bandung Lakukan Deteksi PMK

HEWAN KURBAN; Petugas sedang memeriksa hewan kurban (ist)

HEWAN KURBAN; Petugas sedang memeriksa hewan kurban (ist)

POJOKBANDUNG.com, KAB. BANDUNG – Antisipasi Wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK Pemerintah Kabupaten Bandung akan mengeluarkan surat edaran penangan penyebaran wabah PMK di Kabupaten Bandung.


Seperti diketahui PMK awalnya hanya ditemukan di Provinsi Jawa Timur dan Aceh, kini meluas ke sejumlah wilayah lainnya di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Berdasarkan data Pemprov Jawa Barat (Jabar), disebutkan sedikitnya 25 sapi potong dinyatakan positif, sementara di Tasikmalaya 18 sampel sapi positif dan di Kota Banjar sebanyak 11 ekor sapi.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung Tisna Umaran menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil beberapa langkah antisipasi dan pencegahan. Merespon hal tersebut Bupati Bandung akan segera menerbitkan surat edaran terkait kasus PMK.

“Surat edaran dari Bupati segara terbit, kemudian langkah awal kita akan lakukan penyuluhan kepada komunitas-komunitas ternak dan juga warga,” kata Tisna saat dihubungi Radar Bandung.

Tisna menjelaskan peningkatan kewaspadaan dini juga dilakukan khususnya bagi para petugas yang tergabung dalam Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

“Kita punya sembilan Puskeswan, dan kita dorong untuk lebih lagi dalam melakukan pendataan dan komunikasi dengan peternak dan pedagang,” ujar Tisna.

PMK atau dikenal juga ‘Foot and Mouth Disease’ (FMD) adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini diketahui rentan menulari hewan ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi.

Adapun gejala dari PMK, Tisna memaparkan diantaranya, demam (pyrexia) mencapai 41° C, tidak nafsu makan (anorexia), menggigil, dan pada sapi perah terjadi penurunan produksi susu yang drastis.

Kemudian pada sapi akan sering mengeretakkan gigi hingga suka menenangkan kaki disebabkan oleh lepuh pada membran mukosa hidung dan bukal antara kuku.

“Jadi bagi pemilik hewan-hewan ternak di masing-masing kandangnya untuk segera berkoordinasi atau melaporkan ke kita apabila ada gejala yang menyerupai penyakit PMK,” kata Tisna.

Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan kemunculan penyakit ini. Sebab berdasarkan keterangan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), memastikan PMK hanya menulari hewan.

“PMK ini tidak menyebar ke manusia, bahkan memakan dagingnya pun tidak, bila dimasak dengan benar itu tidak ada masalah. Jadi kita sampaikan ke masyarakat tidak usah panik,” imbuhnya.

Dan terkait hari raya kurban, ia mengimbau kepada seluruh peternak yang ingin melakukan transaksi atau mendatangkan hewan dari luar kota, antisipasi dengan tidak membeli hewan dari daerah yang sudah terkonfirmasi dan terkontaminasi PMK.

Sementara untuk transaksi ke daerah-daerah lainnya yang belum terdeteksi, peternak diharuskan menyertakan keterangan bahwa hewan tersebut dinyatakan sehat.

“Kita juga tetap mengarahkan untuk melakukan penyembelihan, harus di Rumah Potong Hewan (RPH),” pungkasnya.

(cr1)

BACA JUGA: Soal PMK, Kota Bandung Perketat Jalur Hewan Ternak

Loading...

loading...

Feeds