Bentuk UMKM Pengelolaan Sampah Upcycling Botram Decoupage

Enung Susanah pemilik UMKM  botram de coupage, memperlihatkan produknya di kediamanya di Cimahi. Agus Eko Sutrisno/ RADAR BANDUNG

Enung Susanah pemilik UMKM botram de coupage, memperlihatkan produknya di kediamanya di Cimahi. Agus Eko Sutrisno/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Untuk membuat pengelolaan sampah yang baik, warga di jalan Cihanjuang Kota Cimahi membuat kerajinan upcycling yang dinamai Botram Decoupage. Hal itu dilakukan salah satunya untuk mencegah tragedi meledaknya Tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah Leuwigajah pada tahun 2005 silam,


Enung Susanah salah satu pelopor botram decoupage, mengatakan ingatanya terhadap tragedi jatuhnya korban di TPA Leuwigajah, akibat pengelolaan sampah yang buruk., melatarbelakangi dirinya untuk membuat UMKM produk seni, dari limbah sampah rumahan.

“Produk saya bekerja sama dengan bank sampah samici, untuk mengumpulkan limbah yang bisa digunakan untuk produksi karya. Hasilnya kita bisa membuat tas sekolah, tas belanja, dll dari sisa sampah plastik. Harganya dimulai dari 15 ribu sampai 100 ribu per item tergantung barangnya,” ucapnya.

Enung menambahkan jika kendala membuat UMKM berbasis sampah adalah, pemasaran produk yang belum maksimal dan manajemen produksi juga belum baik.

“Kalau secara kreativitas kita bisa terus tumbuh, namun karena kita kekurangan alat bantu produksi dan pengelolaan penjualan. Sehingga kita kesusahan mengembangkan UMKM ini, sampai hari ini penjualan masih online dan belum maksimal “tambahnya.

BACA JUGA: KCIC: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Setor ke Penerimaan Negara Rp5,83 Triliun

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, jika pihaknya sangat menyambut kreatifitas UMKM warga berbasis sampah.

“Terutama kita akan dorong UMKM Kraft berbasis sampah, untuk mengikuti Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB). Karena efeknya bagus bagi lingkungan dan ekonomi secara bersamaan,” jelasnya.

Dadan menambahkan merespon keluhan UMKM berbasis sampah, yang masih punya kendala mengenai pemasaran produknya. Pihak Disdagkoperind hanya akan mengadakan pelatihan-pelatihan penunjang pengelolaan bisnis UMKM, agar bisa mendapatkan omset.

“Kita akan dukung UMKM yang berbasis sampah ini, dengan pelatihan manajemen produksi, keuangan, distribusi dll. Skill tambahan untuk mempromosikan, dan membuat barang yang sudah diproduksi bisa ada peminatnya,” ungkapnya.

(cr3)

BACA JUGA: DKPP Jabar Bentuk Unit Respon Cepat Cegah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan

Loading...

loading...

Feeds