Pelaku Pembunuhan di Gunung Bentang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Suasana rumah Pelaku bunuh diri di Kabupaten Bandung Barat.

Suasana rumah Pelaku bunuh diri di Kabupaten Bandung Barat.

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Pelaku penganiayaan hingga meninggal dunia terhadap Wiwin (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04/14, Desaa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB ditemukan tewas gantung diri.


Pelaku bernama Mulyadi yang merupakan warga Kampung Gantungan RT01/13, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB tersebut ditemukan tak bernyawa pada Kamis (12/5) sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurut seorang warga, Ade Priyatna (20) menjelaskan, pria tersebut memilih mengakhiri hidupnya menggunakan tali tambang berwarna hijau. “Dia melakukan bunuh diri di pohon Pete yang berada tak jauh dari rumahnya,” katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (12/5).

Ia menambahkan, penemuan jasad menggantung tersebut berawal dari laporan ibu pelaku yang melihat anaknya tersebut sekitar Shubuh. “Kata ibunya dia sedang sapu-sapu rumah dari kejauhan melihat anaknya sudah gantung diri,” katanya.

Selanjutnya, sambung Ade, warga berdatangan bersama pihak kepolisian untuk menurunkan jasad pelaku yang sudah tidak bernyawa. “Tadi langsung dibawa oleh ambulance ke rumah sakit dan kondisi mayatnya pun masih lemas,” ujarnya.

BUKA JUGA: Hasil Visum Janda yang Dibunuh di Bandung Barat: Luka di Perut dan Sayatan di Leher

Seperti diketahui Mulyadi nekat menghabisi nyawa mantan kekasihnya, Wiwin Sunengsih. Mulyadi diketahui berstatus sebagai duda dan merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Dia tinggal bersama dengan adik dan orang tuanya. Kediaman Wiwin dan Mulyadi hanya berjarak sekitar 1 kilometer.

Keluarga Mulyadi, Ai Nur Atikah mengatakan, Mulyadi tak memiliki pekerjaan tetap. Dia hanya sesekali menjadi kuli bangunan. Adapun Mulyadi dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan keluarganya.

“Bekerja sebagai kuli bangunan tapi kuli bangunannya gak tetap gitu. Jadi ke mana aja. Buruh serabutan. Dia mah cuek gak terbuka, jadi sekalinya ada masalah teh kita gak tau gitu,” kata dia ketika ditemui di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (10/5).

Namun, sambung Ai, pelaku sempat bercerita kepada keluarganya sedang menjalin hubungan dengan Wiwin. Mulyadi bahkan mengatakan hendak menjalin hubungan yang lebih serius dengan Wiwin. Pihak keluarga Mulyadi kemudian merespons dan sempat mendatangi kediaman Wiwin.

“Cerita sama mamah sama bapak katanya punya pacar. Pas kesini sini katanya orang atas terus dia pengen serius sama si ceweknya teh terus diantar ke rumah ceweknya. Keluarga udah sempat ke sana,” ucap dia.

Namun, hubungan itu akhirnya berakhir. Pihak keluarga Mulyadi tak mengetahui secara pasti penyebab hubungan keduanya berakhir. Pihak keluarga Mulyadi juga tidak mengetahui soal adanya ancaman yang dilayangkan Mulyadi kepada Wiwin pasca berakhirnya hubungan mereka.

“Enggak tahu sama sekali (ada ancaman)” ucap dia.

BUKA JUGA: Sebelum Tewas Digorok, Wiwin Sempat Minta Perlindungan ke Polisi tapi Tak Diproses

Kini, Ai dan keluarganya mengaku tak mengetahui keberadaan Mulyadi. Jikapun mengetahui, dipastikan pihak keluarga bakal menginformasikannya pada pihak kepolisian. Pihak keluarga pun berharap Mulyadi dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“Kalau udah ada pelaku mah ya mau digimanain juga bebas kan ada hukum. Intinya, menerima apa yang dihukum nanti. Menerima keluarga, udah pasrah. Kesalahan dia harus sama dengan dosanya,” kata dia.

Di tempat terpisah, Adik Kandung Wiwin, Tarisyah menyebut pelaku sudah sejak lama menyukai Wiwin. Keduanya lalu menjalin asmara tapi tak lama. Menurut dia, keduanya mengakhiri hubungan karena pelaku acap kali berbuat kejahatan.

“Kelakuannya suka mencuri. Katanya mah udah pernah dipenjara. Jadi korban juga gak mau terus diputusin. Pelaku terus ngancem ke sini bawa pisau,” kata dia.

(kro)

BUKA JUGA: Polres Cimahi Kejar Pelaku Penggorokan di Bandung Barat

Loading...

loading...

Feeds