Sebelum Tewas Digorok, Wiwin Sempat Minta Perlindungan ke Polisi tapi Tak Diproses

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Wiwin Sunengsih menerima ancaman sebelum dibunuh mantan kekasihnya yakni Mulyadi. Pelaku disebut acap kali datang ke rumah korban dengan menggedor dan mencongkel pintu rumah sambil membawa pisau. Pelaku mengancam bakal membunuh korban beserta anaknya yang masih berusia delapan tahun.


Sementara, Ayahanda Korban, Ujang Mimin, menyebut pihak keluarga dan korban sempat mendatangi Polsek Padalarang lima hari sebelum kejadian pembunuhan atau tepatnya tanggal 3 Mei guna meminta perlindungan atas ancaman yang dilayangkan pelaku. Ketika itu, keluarga datang ke kantor polisi bersama Ketua RT dan Ketua RW setempat.

“Kata si Bapak RW udah aja langsung ke Polsek. Bapak diantar sama Bapak RW 14 dan RT 4 langsung ke Polsek,” kata dia ketika ditemui di kediamannya di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (10/5).

BACA JUGA: Hasil Visum Janda yang Dibunuh di Bandung Barat: Luka di Perut dan Sayatan di Leher

Adapun korban Wiwin tak turut serta datang ke Polsek karena ketakutan untuk keluar rumah. Ketika di kantor polisi, kata Ujang, permintaan pihak keluarga tak dikabulkan. Polisi berdalih tak ada bukti cukup soal ancaman yang dilayangkan oleh pelaku.

“Gak ditanggapi, soalnya harus ada bukti. Belum ada bukti, katanya kan bapak kan sudah melaporkan asbes yang pecah terus pintu digedor sama kaca semuanya dicokel kalau di Polsek harus ada bukti atau ada barang yang dibawa. Kalau ada barang yang rusak itu minimal barang kerusakannya harus nilainya Rp 2 juta. Tapi nggak ada sama sekali (peninjauan dari polisi)” ucap dia.

Semestinya, menurut Ujang, polisi dapat memproses pengaduan yang dilayangkan oleh pihak keluarga agar dapat mengantisipasi peristiwa pembunuhan terhadap anaknya. Namun demikian, dia mengaku sudah ikhlas dan berharap pelaku dapat segera diamankan serta dihukum setimpal.

“Bapak mah sudah ikhlas. Secara orang mati teh jalannya masing-masing, ada yang sakit udah lama dan ada yang gak sakit meninggal juga, itu macam-macam orang berpulang ke Rahmatullah. Bapak sudah ikhlas sama takdir bapak,” kata dia.

Terpisah, Kapolsek Padalarang Kompol Darwan belum dapat memberikan keterangan lebih rinci perihal sempat adanya permintaan perlindungan yang dilayangkan oleh pihak keluarga korban. Dia mengaku bakal mencari informasi terlebih dahulu.

“Saya konfirmasi sebentar, lagi di lapangan,” kata dia.

BACA JUGA: Polres Cimahi Kejar Pelaku Penggorokan di Bandung Barat

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …