Manfaatkan Momen Lebaran, Seorang Pria Selundupkan Sabu Lewat Makanan

Gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (10/5). ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

Gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (10/5). ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Manfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri 1443 H, seorang pria berinisial DR (40), mengantarkan sejumlah makanan ke salah seorang terpidana di Lapas Baleendah, Kabupaten Bandung. Sialnya, gerak-gerik pria tersebut lekas dicurigai oleh petugas Lapas.


Setelah diselidiki lebih lanjut oleh petugas, dengan melakukan penyambungan kepada Polresta Bandung serta inspeksi terhadap barang bawaan itu, ditemukan Narkoba jenis sabu dengan berat 1,9 gram yang dimasukkan ke dalam makanan yang dibawanya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, tersangka DR merupakan seorang kurir yang diutus untuk menyelundupkan sabu ke dalam Lapas Baleendah dengan manfaatkan momen lebaran.

“Modus tersangka (DR) ini dengan memasukkan sabu ke dalam makanan ringan,” ujar Kusworo, saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (10/5).

BACA JUGA: Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dipasang

“Saat pemeriksaan di pintu masuk Lapas, barang-barang bawaan tersangka digeledah. Dan oleh petugas jaga di Lapas ditemukan sabu dalam makanan,” ujar Kusworo.

Berdasar keterangan tersangka, Kusworo menyampaikan barang bukti sabu tersebut dikirimkan langsung dari Lapas Indramayu.

“Jadi ada permintaan ke lapas Indramayu kemudian dikirimkan 1.9 gram sabu yang dimasukan kedalam makanan dan diantarkan kelapas Baleendah,” ungkapnya.

Selain kasus tersebut, Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polresta Bandung juga mengungkap tiga kasus narkoba lainnya yang terjadi dalam kurun waktu 28 April hingga 9 Mei 2022.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan keempat kasus narkoba yang diungkap terjadi di wilayah Dayeuhkolot, Baleendah, Ibun dan Pacet.

“TKP Dayeuhkolot dengan barang bukti 1kg ganja, kemudian di TKP Baleendah 1,9gram sabu yang dimasukan kedalam makanan kemudian di Ibun TKP maupun di TKP Pacet itu ada 1.937 butir Trihexyphenidil obat keras yang dilakukan oleh empat orang tersangka,” kata Kusworo.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya keempat tersangka yakni HP, DR, CP dan RF dijerat Pasal 114 UU 35 Tahun 2009 dan Pasal 112 UU 35 Tahun 2009 berkaitan dengan memiliki, membawa, menawarkan dan menjual dan Pasal 196 subsider 197 UU 36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

(cr1)

BACA JUGA: Kecelakaan Maut Tol Cipali, Belasan Orang Luka dan Empat Orang Meninggal

Loading...

loading...

Feeds