Keterisian RS COVID-19 di Jabar Tinggal 0,8 Persen Pasca Lebaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau salah satu laboratorium di RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Senin (9/5). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau salah satu laboratorium di RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Senin (9/5). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Keterisian ruangan bagi penderita COVID-19 di Rumah Sakit yang ada di Jawa Barat (Jabar) tercatat di bawah satu persen. Jumlah itu terhitung sejak sebelum Idul Fitri 1443 Hijriah atau lebaran 2022 hingga hari ini, Senin (9/5/2022).


Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kondisi rumah sakit COVID-19 di Jabar saat ini dalam kondisi baik. Jumlah yang sebelumnya mencapai di atas lima persen kini sudah menurun drastis.

“Keterisian RS di Jabar untuk COVID-19 hanya 0,8 Persen. Kasus aktif hanya tersisa 1.500,” ujar RK pada awak media saat meninjau langsung di RSHS.

Kondisi COVID-19 di Jabar bisa dikatakan semakin membaik setiap tahunnya. Emil bilang, banyak pasien positif sudah sembuh. Sehingga, kondisi ini harus tetap terjaga dan masyarakat diminta tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

“Rata sudah banyak sembuh. Terbukti di RSHS pun hanya tiga anak yang dirawat, jadi sangat minim pasien COVID-19 di Jabar,” katanya.

BACA JUGA: Plt Bupati KBB Hengky Pantau Aktivitas Arus Balik

Untuk diketahui, Dewi Sartika, Ketua Harian Satgas COVID-19 Jabar sebelumya mengatakan bahwa dari data 13 Februari 2022, BOR rumah sakit meningkat hingga 44.67 persen. Persentase itu dikatakannya masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Namun kita tetap harus waspada meskipun masih di bawah batas maksimal WHO, 60 persen. Kita tetap mengimbau masyarakat yang terkena dan bergejala ringan supaya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi terpadu yang ada di wilayah dengan pantauan puskesmas setempat,” ujar Dewi di Kota Bandung, Senin (14/2/2022).

Dewi menjelaskan, saat ini Pemprov Jabar sudah melakukan berbagai langkah antisipasi, salah satunya dengan menjamin ketersediaan tempat tidur (TT) rumah sakit untuk pasien COVID-19 total sebanyak 9.907, yang sejauh ini sudah terisi 4.425 TT.

“Jumlah 9.907 itu sudah mengalami penambahan sebanyak 164 tempat tidur, juga tentunya dengan semua fasilitas penunjang, termasuk ketersediaan oksigen,” ungkapnya.

Untuk tempat isolasi non-rumah sakit di Jabar sudah ada sebanyak 14 lokasi yang tersebar di kabupaten dan kota. Dewi mengatakan, pada 13 Februari ada tujuh tempat di kabupaten dan kota yang sudah melaporkan pembaruan data tempat isolasi.

Adapun ketujuhnya yaitu; Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan BPSDM Jabar.

“Saat ini ada kenaikan keterisian tempat tidur di tempat isolasi khusus, update terakhir tanggal 13 Februari sebesar 38.76 persen atau sebanyak 395 tempat tidur yang terisi dari jumlah total 1.019 tempat tidur,” ucapnya.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Bandung Berlakukan WFH Selama 3 Hari

 

Loading...

loading...

Feeds