Fasilitas di Pasar Baru Seperti Eskalator Hingga AC Rusak, Pedagang Minta Segera Diperbaiki

Aktivitas pembeli dan pedagang di dalam Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung. 
(FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG).

Aktivitas pembeli dan pedagang di dalam Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) meminta pengelola pasar baru memperbaiki fasilitas umum secepatnya.


“Di pasar baru ini memang ada beberapa fasilitas umum yang sudah rusak dan belum diperbaiki pengelola sejak beberapa tahun lalu,” ujar Ketua HP2B Iwan Suhermawan.

Iwan mengatakan beberapa fasilitas umum yang rusak itu di ataranya eskalator, lift dan AC.

“Pengunjung pasti akan enggan berbelanja ke sini kalau fasilitas ini belum diperbaiki. Itu berakibat dari penurunan angka kunjungan ke Pasar Baru secara keseluruhan,” tegas Iwan.

Iwan mencontohkan, saat Ramadhan, pengunjung kesulitan mengakses beberapa lantai di pasar baru karena lift yang tak berfungsi. Akibatnya pengunjung harus antre dan itu membuat mereka tidak nyaman.

“Ini adalah satu satu penyebab masih kurangnya pengunjung ke pasar baru jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Iwan.

Belum lagi, lanjut Iwa pascapandemi covid-19, daya beli masyaraat belum sepenuhnya pulih. Itu terlihat dari kunjungan yang hanya sekitar 5 ribu pengunjung pada Ramadhan lalu, berbeda dengan Ramadhan sebelum ada pandemi yang mencapai 20-30 ribu kunjungan.

“Kan ada warga yang kena PHK dan sekarang belum dapat pekerjaan lagi. Belum lagi sekarang harga barang pokok sangat mahal. Sehingga warga otomatis hanya membeli bahan-bahan pokok saja,” tambahnya.

Memang, lanjut Iwan, jika dalam suasana lebaran orang-orang akan memaksakan belanja walau sedkit. Namun setelah itu, warga akan kembali memikirkan kebutuhan pokok mereka. Karenanya, Iwan mengaku agak khawatir dengan kunjungan ke Pasar Baru setelah lebaran.

“Pasti akan ada penurunan kunjungan lagi,” tuturnya.

Meski demikian, Iwan berharap pada momentum khusus seperti musim haji dan umrah serta menjelang bulan Dzulhijah yang kerap digelar hajatan, baik itu nikahan atau sunatan.

“Kalau musim hajatan banyak yang datang ke sini mencari perlengkapan pesta. Sedangkan memasuki musim haji, banyak yang berbelaja kebutuhan haji dan oleh-oleh,” tambahnya.

Setelah itu, memasuki tahun ajaran baru, di mana Iwan berharap tidak ada lagi kebijakan pembelajaran jarak jauh, sehingga ada kegiatan ekonomi di Pasar Baru yang membeli peralatan sekolah, seperti baju seragam, tas dan sepatu.

“Karena yang datang membeli perlengkapan sekolah juga, bukan hanya dari dalam kita, bahkan dari luar pulau juga banyak yang berbelanja ke mari,” pungkasnya.

(mur)

 

Loading...

loading...

Feeds