BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Kecelakaan Kerja 172 Juta kepada Ahli Waris

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyerahkan santunan meninggal karena kecelakaan kerja sebesar Rp 172 juta, Beasiswa Pendidikan sebesar Rp4,5 juta, Jaminan Hari Tua sebesar Rp6,6 juta serta santunan Jaminan Pensiun berkala rapel sebesar Rp2,1 juta kepada ahli waris dari seorang pekerja PT. Unicorn Utama, Eli Herliawati.


Almarhum merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dari Agustus 2018 dan terdaftar di keseluruhan program Jamsostek yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya, Een Kurniasih beserta perwakilan staf pada hari Senin, 24 Januari 2022.

“BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga Almarhum. Semoga santunan dan hak yang didapat bisa membantu beban keluarga yang ditinggalkan.” Kata Dewi Mulya Sari, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya.

Dewi menjelaskan bahwa pada tanggal 22 Juli 2021 Pukul 14.00 WIB (masuk kerja jam 07.00 s/d 15.00 wib) Almarhum sedang di tempat kerja tiba-tiba sesak nafas, Beliau sempat menelepon anaknya yang bernama Sindi untuk dijemput.

Tetapi keburu pingsan dan terjatuh di tempat kerja. Kemudian dibawa ke Klinik Cantik Sehat dekat perusahaan. Setelah sampai klinik dan diperiksa oleh dokter sudah dinyatakan meninggal dunia. Kejadian meninggal mendadak masuk dalam kategori meninggal kecelakaan kerja.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya, Dewi Mulya Sari mengatakan keberadaan BPJAMSOSTEK merupakan wujud kepedulian negara untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja di Indonesia. Baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

“Kami menghimbau kepada seluruh pemberi kerja pada sektor formal maupun bagi para pekerja sektor informal, agar sepenuhnya menyadari manfaat menjadi peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk perlindungan yang maksimal bagi pekerjanya,” pungkas Dewi.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds