Imbauan Tak Mempan Atasi Tumpukan Sampah di Jalan Gading Tutuka Soreang

NUMPUK: Sampah menumpuk di Jalan Raya Gading Tutuka Desa Cingcin Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

NUMPUK: Sampah menumpuk di Jalan Raya Gading Tutuka Desa Cingcin Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Tumpukan sampah rumah tangga terlihat di beberapa titik sepanjang Jalan Gading Tutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Hal tersebut selain menimbulkan bau busuk dan meresahkan warga juga mengganggu para pengguna jalan.


Berdasarkan pemantauan di lapangan, tumpukan sampah tidak hanya ada pada satu titik saja, tapi ada di beberapa titik di sepanjang jalan Gading Tutuka tersebut. Mayoritas adalah sampah rumah tangga, ada sampah yang sudah terbungkus karung plastik tetapi ada juga sampah yang berceceran.

Salah seorang pengguna jalan, Verawati (30) mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah menjadi pemandangan yang sering dilihat setiap kali melintasi kawasan Ibu Kota Kabupaten Bandung tersebut. Tak jarang dirinya kerap melihat petugas yang mengangkut sampah, tapi tumpukan benda tak terpakai itu kembali muncul.

“Setiap hari lewat sini, sampah-sampah tersebut memang selalu ada. Enggak cuman satu titik, di sepanjang Jalan Gading Tutuka ini mungkin ada tiga titik tumpukan sampah,” ujar Vera saat diwawancara di Soreang, Minggu (23/1/2022).

Dikatakan Vera, di sekitar tumpukan sampah itu sudah dipasangi spanduk yang berisi tulisan larangan membuang sampah sembarang. Namun nyatanya, hal tersebut tidak membuat masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah di lokasi tersebut.

“Saya enggak tahu alasannya kenapa masih ada sampah disitu, padahal kan sudah dipasangi spanduk larangan membuang sampah,” kata Vera.

Sementara itu, Kepala Desa Cingcin, A. Syuhud mengatakan, dalam rangka mengatasi masalah sampah di pinggir jalan tersebut, Pemerintah Desa Cingcin telah memasang spanduk larangan membuang sampah di Jalan Gading Tutuka.

Kemudian dari Pemerintah Desa, RW, Kadus juga selalu mengawasi lokasi yang menjadi titik tumpukan sampah, untuk mengetahui pihak yang membuang sampah sembarangan. Menurut Syuhud, yang membuang sampah ke pinggir jalan itu bukanlah warga desanya. Tapi orang-orang yang melintas di Jalan Gading Tutuka.

“Itu kebanyakan yang lewat, jadi bukan warga Desa Cingcin. Kalau di pinggir jalan ada tumpukan sampah cuman dua kantong kresek, maka yang lainnya ikut-ikutan (buang sampah disitu),” ujar Syuhud saat dihubungi via telepon, Minggu (23/1).

Pemerintah Desa Cingcin melakukan pengawasan setiap malam hingga subuh. Kata Syuhud, pernah ada pembuang sampah yang kepergok, lalu dikejar oleh warga. Kepada orang yang ketahuan buang sampah sembarangan, Syuhud akan memberikan pengarahan untuk tidak melakukan hal yang serupa.

“Kalau tindakan tidak, hanya kasih penyuluhan,” katanya.

Di Jalan Gading Tutuka sendiri, kata Syudud, banyak pedagang kuliner. Menurutnya, para pedagang menyimpan sampahnya di pinggir jalan. Seharusnya, sampah tersebut dibawa masing-masing ke tempat pembuangan sampah.

“Kebetulan di daerah gading banyak pedagang kuliner, yang dari sore sampai malam, menyimpan sampah di pinggir jalan, harusnya pedagang kuliner tersebut membawa sampahnya masing-masing ke tempat pembuangan sampah,” tuturnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds