Pelaku UMKM Kabupaten Bandung Dibekali Pengetahuan Keuangan Digital

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) mengikuti kegiatan pelatihan keuangan digital dan workshop penerbitan NIB-PIRT di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Kabupaten Bandung. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/POJOK BANDUNG)

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) mengikuti kegiatan pelatihan keuangan digital dan workshop penerbitan NIB-PIRT di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Kabupaten Bandung. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/POJOK BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) Kabupaten Bandung diberikan edukasi tentang keuangan digital.


Ketua PPKM Kabupaten Bandung, Danny Hidayat mengatakan pelatihan keuangan digital dan workshop penerbitan NIB-PIRT merupakan dua hal yang sangat diperlukan para pelaku usaha, khususnya yang tergabung di PPKM Kabupaten Bandung.

Kata Danny, pengetahuan tentang keuangan merupakan hal yang harus dipahami setiap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), apalagi keuangan digital. Karena akan memudahkan para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya dan juga sebagai persiapan untuk masa depan.

“Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar pengusaha bisa mengontrol arus kas dan laba-ruginya,” ujar Danny di Soreang, Kamis (20/1).

Kegiatan pelatihan keuangan digital dan workshop penerbitan NIB-PIRT di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Kabupaten Bandung itu, diikuti oleh 40 anggota PPKM Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Kepala BAPELITBANGDA Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, walaupun masih skala mikro tapi pelaku usaha UMKM harus menyiapkan diri sedini mungkin.

Dengan kegiatan ini, lanjut Erwin, akan memberikan pengetahuan bagi pelaku UMKM sehingga bisa memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan UMKM khususnya keuangan digital.

“UMKM khususnya level mikro menjadi penyangga ekonomi daerah dan nasional,” kata Erwin.

Salah seorang pemateri, Meta menyampaikan tentang pentingnya para pengusaha di semua jenjang untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Apalagi, saat ini sudah ada undang-undang yang mewajibkan semua pelaku di semua jenjang memiliki NIB, khususnya untuk perusahaan perorangan.

“Sekarang situs One Submission System Risk Based Approach (OSS RBA) sudah terkoneksi ke semua bagian, baik NIB maupun PIRT. Meta berharap dengan kemudahan membuat perijinan berusaha dari pemerintah, para pelaku UMKM bisa memiliki NIB-nya,” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds