Aturan Batas Usia Pensiun BPJamsostek Jadi 58 Tahun, Simak Informasinya

Peserta BPJS Ketenagakerjaan sedang mengurus klaim Jaminan Pensiun. (ist)

Peserta BPJS Ketenagakerjaan sedang mengurus klaim Jaminan Pensiun. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Erni Purnamawati mengungkapkan, berdasarkan Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 bahwa per–1 Januari 2022, usia pensiun pada Program Jaminan Pensiun menjadi 58 Tahun.


Bagi peserta Jaminan Pensiun (JP) BPJAMSOSTEK yang telah mencapai usia 57 tahun pada tahun 2021, telah berhenti bekerja di Tahun 2021, namun sampai sekarang belum memproses klaim manfaat JP-nya, maka jika peserta mengajukan klaim JP di tahun 2022, klaim JP dapat diproses tanpa menunggu usia 58 tahun.

Bagi peserta Jaminan Pensiun (JP) BPJAMSOSTEK yang masih aktif sebagai peserta pada tahun 2022, usia pensiunnya menjadi 58 tahun dan dapat melanjutkan kepesertaan JP-nya paling lama hingga usia 61 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Erni menjelaskan perbedaan usia pensiun Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Manfaat JHT berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya yang dapat diambil manfaatnya ketika peserta mencapai usia 56 tahun.

Manfaat JP dapat berupa sejumlah uang yang dibayarkan sekaligus atau setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, yang mana usia pensiun per 1 Januari 2022 adalah 58 tahun.

Erni menambahkan, Jaminan Pensiun sendiri terdiri dari manfaat pensiun janda/duda (MPJD), manfaat pensiun anak (MPA), manfaat pensiun orang tua (MPOT), manfaat pensiun hari tua (MPHT) dan manfaat pensiun cacat (MPC) dibayarkan setiap bulannya terhitung sejak peserta berhenti bekerja (baik karena pensiun atau mengalami kecacatan).

Baca Juga: Usia ke 44 Tahun BPJS Ketenagakerjaan Lebih Adaptif dan Solutif bagi Pekerja Indonesia

Jika peserta wafat, istri atau suaminya akan merasakan manfaat JP, dan jika pasangannya pun wafat maka manfaatnya akan dirasakan hingga anaknya yang kedua berusia 23 tahun, sudah bekerja, atau sudah menikah.

Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT) berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.

Baca Juga: 58 Atlet PON XX Cedera, BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Pengobatan Hingga Sembuh

Manfaat Pensiun Cacat (MPC) berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%, yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali.

Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD) berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta, meninggal dunia bila masa iur kurang dari 15 tahun, dimana masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.

Loading...

loading...

Feeds