Infrastruktur Jadi Primadona Rencana Pembangunan di Kelurahan Setiamanah

Suasana kegiatan FGD sekaligus Musrenbang tingkat kelurahan di Kantor Kelurahan Setiamanah, Senin (17/1). (foto : GATOTPOEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

Suasana kegiatan FGD sekaligus Musrenbang tingkat kelurahan di Kantor Kelurahan Setiamanah, Senin (17/1). (foto : GATOTPOEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com,  CIMAHI – Mengawali perencanaan pembangunan Kota Cimahi tahun 2022, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD). Masyarakat pun dilibatkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.


Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta. Terdiri dari unsur OPD di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, TNI/POLRI, Para Ketua RW beserta 2 orang mandat masing-masing RW, Para Ketua Lembaga, Tokoh Agama, dan tokoh masyarakat di lingkungan kelurahan Setiamanah.

Lurah Setiamanah, Agus Subagja mengatakan, pembangunan yang dilaksanakan pemerintah berawal dari perencanaan pembangunan yang prosesnya melibatkan partisipasi masyarakat melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Kegiatan ini bertujuan menampung dan menetapkan prioritas kebutuhan masyarakat yang diperoleh dari musyawarah tingkat RW, menetapkan prioritas kegiatan kelurahan yang akan dibiayai melalui alokasi dana APBD Kota Cimahi, maupun sumber dana lainnya,” ungkap Agus.

FGD kali ini mengusung tema ‘Penguatan stabilitas sosial, daya saing ekonomi dan sumber daya manusia yang didukung dengan penguatan reformasi birokrasi’. Ia berharap kegiatan ini dapat menetapkan prioritas kegiatan yang akan diajukan untuk dibahas pada Musrenbang Partisipatif Tingkat Kecamatan.

Ditempat sama, Anggota DPRD Kota Cimahi, Iwan Setiawan mengingatkan setiap usulan yang disampaikan pada Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) sebaiknya berdasarkan kebutuhan, bukan kemauan.

Selain itu, Iwan juga berharap FGD ini berjalan selaras dengan Rancangan Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi. Untuk itu, masyarakat agar menyampaikan unsulan atau aspirasi yang inspiratif.

“Usulannya kalau saya tadi menyimak, masih berkutat di masalah penanganan banjir, seperti pembuatan drainasse,” sebut dia.

Menurutnya, banjir yang terjadi di kota Cimah adalah hilangnya garis sepadan sungai dan kurangnya lahan untuk serapan air. Untuk itu, dirinya menghimbau pihak terkait agar berkonsentrasi pada pembebasan lahan.

” Saya juga sudah sampaikan kapada pihak DLH agar berkonsentrasi pasa satu permasalahan, jadi nyicil. Kalau kemaren banjir Melong, setelah itu sepadan sungai yang ada di Kota Cimahi,”kata Iwan.

Selain itu, Kota Cimahi juga tidak mempunyai sungai yang yang bisa menahan curah hujan yang besar, jadi banjir di Kota Cimahi juga dikenal dengan banjir air “Leuncang”.

“Itu artinya Kota Cimahi sudah tidak bisa lagi menahan debit air hujan, apalagi ditambah air kiriman dari tetangga KBB. Untuk itu, ini menjadi PR kita semua,”ucapnya.

(gat).

Loading...

loading...

Feeds